Spread the love

Sudah dibaca 803 kali

rokok
www.formulaoralcare.com

Di bulan Ramadhan, jumlah pengendara yang merokok menurun drastis, bahkan hampir tak terlihat. Ini artinya para pengendara mayoritas berpuasa. Artinya pula, kebanyakan pengendara yang merokok beragam Islam.

Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam) memberi banyak keuntungan bagi para perokok di bulan Ramadhan ini. Berikut 5 keuntungan berpuasa bagi perokok:

1. Menjaga kesehatan

Rokok mengandung zat adiktif yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Tiga belas jam tidak mengisap rokok, yaitu dari azan subuh (selepas sahur) hingga azan maghrib (waktu berbuka puasa), akan menyehatkan badan si perokok. Selama 13 jam itu tubuhnya bersih tak dijangkiti zat berbahaya.

Jika tak ada bulan Ramadhan, tubuh perokok tak pernah istirahat menampung zat adiktif. Lama-lama kekebalan tubuh menurun dan mudah terserang penyakit seperti kanker mulut, tumor, infeksi saluran pernapasan akut, dan hipertensi. Sel-sel dalam tubuh pun ikut mati sehingga nyawa perokok berada di ujung tanduk.

2. Menghemat pengeluaran

Jika seorang perokok menghabiskan dua bungkus per hari, maka jika berpuasa, kemungkinan besar ia hanya mengonsumsi sebungkus rokok. Itu artinya, ia menghemat satu bungkus rokok atau sekitar Rp10.000. Dalam sebulan, ia hemat Rp290.000. Uang sebanyak ini dapat digunakan untuk membeli susu anak, buah, atau membeli pakaian.

Jika tak ada bulan Ramadhan, pengeluaran seorang perokok akan terus membengkak. Jika dalam sehari ia menghabiskan dua bungkus rokok, atau sekitar Rp20.000, maka dalam sebulan ia membelanjakan uang Rp600.000. Uang sebesar itu bisa digunakan untuk membayar sekolah anak, cicilan rumah/mobil, atau jalan-jalan bersama keluarga.

3. Mengurangi risiko kematian

Satu-satunya barang konsumsi massal yang memberi ancaman kematian pada konsumennya hanyalah rokok. Di tiap bungkus rokok tertulis slogan “Merokok membunuhmu”. Gambar mengerikan turut meramaikan sisi depan bungkus rokok. Artinya, rokok adalah barang/produk yang jika dikonsumsi akan menimbulkan kematian. Tentu kematian itu perlahan-lahan, dimulai dari matinya sel, imunitas tubuh, hingga sakit.

Jika tak ada bulan Ramadhan, risiko kematian seorang perokok sangatlah besar. Dengan berpuasa yaitu mengurangi konsumsi rokok selama 13 jam per hari, maka risiko kematian ikut berkurang.

4. Turut menjaga kebersihan

Rata-rata perokok membuang puntung sembarangan. Tidak di tong sampah. Bagi pengendara, usai puas mengisap rokok, puntung rokok dibuang di mana saja. Asal lempar. Ini tentu merusak kebersihan jalan. Debu rokok pun bertebaran di mana-mana.

Dengan adanya bulan Ramadhan, jalanan yang awalnya ditumpuki puntung rokok menjadi bersih. Area perkantoran dan fasilitas publik ikut bersih. Bahkan, rumah si perokok selama 13 jam sehari tidak dipenuhi asap rokok sehingga membuat lega pernapasan anak dan istrinya.

5. Membuat nyaman orang sekitar

Asap yang keluar dari rokok mengganggu orang-orang di sekitarnya, yaitu mereka yang tidak merokok dan atau memiliki sakit pernapasan seperti asma. Sebab tak satupun perokok yang bisa mengendalikan perginya asap yang keluar dari mulutnya.

Dengan adanya bulan Ramadhan, orang-orang di sekitar perokok menjadi nyaman. Mereka tak perlu khawatir diterjang asap rokok saat mengobrol bersama.

Ramadhan memberi hikmah yang besar bagi setiap orang, terutama bagi yang mengambil pelajaran dari kedatangannya. Kehadirannya, bagi perokok, memberi berjuta manfaat. Namun, sebaliknya, kehadiran Ramadhan mengakibatkan kerugian besar bagi pengusaha rokok. Omset penjualan mereka turun drastis akibat pelanggan mengurangi jumlah konsumsi.*