Archives for February, 2014

Bumerang Kebijakan

“Mungkin saja, suatu hari, keberadaan petani sangat dibutuhkan. Bahkan pemerintah rela menggaji mereka agar mau bertani dan menanam padi.” Pandang Memet mengawang menjamah langit biru. Ia merangkai gumpalan-gumpalan awan...
Continue Reading »

Bumerang Kebijakan

“Mungkin saja, suatu hari, keberadaan petani sangat dibutuhkan. Bahkan pemerintah rela menggaji mereka agar mau bertani dan menanam padi.” Pandang Memet mengawang menjamah langit biru. Ia merangkai gumpalan-gumpalan awan...
Continue Reading »

Muak Iklan Muntahpun Pecah

“Huek!” Mata Cepi berkaca-kaca. Perutnya mengejang. Mulutnya berkali-kali membuka hendak muntah—tapi mulutnya tak mengeluarkan apa-apa kecuali air. Sementara Memet, dengan penuh perasaan, mencengkeram lehernya yang kurus. “Kan sudah kubilang,...
Continue Reading »

Mundur Jabatan

“Ada menteri yang mundur dari jabatannya, Met!” Nada sura Cepi begitu bersemangat usai keluar dari ruang Kalapas. Ia berlari keluar menemui sahabat karibnya Memet. Memet tengah sibuk mengusap daki...
Continue Reading »