Sudah dibaca 4267 kali

Pengisian Formulir

Prosedur:

Pembuatan SKCK dilakukan dengan 2 cara:

1. Membuat langsung di Polsek/Polres/Polda

Syarat: (1) Surat Keterangan dari Kantor Lurah, (2) Akte Kelahiran, (3) KTP, (4) Kartu Keluarga, (5) Foto ukuran 4×6 berwarna 4 lembar, (6) Sidik Jari. Syarat 1-4 difotokopi, yang asli dibawa saat datang ke lokasi pembuatan. Syarat (6) dibuat di lokasi pembuatan.

2. Mendaftar secara daring (online) melalui situs web skck.polri.go.id. Lalu datang ke Polda untuk proses selanjutnya. Syarat: (1) Akte Kelahiran, (2) KTP, (3) Kartu Keluarga, (4) Foto ukuran 4×6 berwarna. (5) Sidik Jari. Semua syarat di atas dipindai (scan) lalu diunggah pada format isian. Syarat (5) dibuat di lokasi pembuatan.

Gedung Polda Metro Jaya

Gedung Polda Metro Jaya. Foto: Billy

Pengalaman:

Senin siang, 6 Juli 2015, saya menyambangi Polda Metro Jaya di Jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat. Tujuannya yaitu membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ini salah satu persyaratan untuk mendapatkan beasiswa yang tengah saya kejar.

Sebenarnya saya tak perlu datang ke Polda. Sebab, Ahad tengah malam dan Senin pagi saya sudah berulangkali mendaftar SKCK secara daring (online) melalui situs web skck.polri.go.id, namun selalu gagal diakhir proses. Saya coba proses tengah malam karena sadar jaringan situs daring milik pemerintah selalu bermasalah jika diakses pagi-sore. Tapi nyatanya, tengah malampun masih bermasalah. Pagi-pagi saya proses lagi, tetap gagal. Makanya saya mendatangi Polda. Dan itu kali pertama saya memasuki kompleks kepolisian yang juga sebagai Samsat bersama.

Masuk dari pintu belakang, saya memarkir motor di bagian depan lahan parkir. Suasana ramai dan panas sekali. Saya bertanya pada seorang berseragam polisi di mana lokasi membuat SKCK. Ia malah menyarankan saya ke Polres. Di Polda, katanya, hanya melayani pembuatan SKCK untuk tujuan luar negeri. Saya jelaskan padanya bahwa pendaftaran SKCK sudah bisa dilakukan secara daring dan pendaftaran SKCK untuk dalam negeri bisa dilakukan di Polda Metro Jaya. Soal pendaftaran daring, ia kaget. Belum tahu soal itu. Ia kemudian menyarankan saya ke Bagian Intelkam. Ia menunjuk arah gedung.

Gedung Direktorat Intelkam berada tepat di seberang Masjid Al-Kautsar. Usai masuk, saya bertanya kepada petugas tentang syarat pengurusan SKCK. Saya jelaskan bahwa saya telah mendaftar secara daring namun di akhir proses tidak berhasil. “Itu masalah jaringan, Pak,” jawabnya.

Gedung Direktorat Intelkam

Gedung Direktorat Intelkam. Foto: Billy

Berdasarkan prosedur administrasi, pengurusan SKCK secara daring hanya memerlukan Akte Kelahiran, KTP, Kartu Keluarga, Paspor, dan foto ukuran 4×6. Semuanya dipindai (scan) dan diunggah di format yang tersedia. Jika pengurusan SKCK dilakukan langsung ke Polres, Polsek, atau Polda, selain syarat-syarat di atas, pemohon juga harus membawa surat keterangan dari Kantor Lurah. Tentu saja, sebelum dapat surat keterangan dari Kantor Lurah, kita harus dapat surat keterangan dari Ketua RT dan Ketua RW. Intinya, dengan mendaftar daring, kita bisa memotong alur birokrasi dari Ketua RT hingga Kantor Lurah.

Alur Pembuatan SKCK

Alur Pembuatan SKCK. Foto: Billy

Oleh petugas, saya diminta Surat Keterangan Kantor Lurah. Tentu saja saya tidak bawa. Saya tak ada waktu mendapatkan Surat Keterangan dari Kantor Lurah, makanya saya mendaftar secara daring. Saya ‘ngotot’ bahwa saya sudah melakukan pendaftaran daring. Akhirnya ia membolehkan saya mendaftar SKCK tanpa bawa Surat Keterangan dari Kantor Lurah.

Saya kemudian diarahkan untuk memenuhi prosedur lain, yaitu fotokopi Akte Kelahiran, KTP, Kartu Keluarga, pas foto berwarna 4×6 sebanyak 4 lembar, dan sidik jari. Karena belum punya foto 4×6 sebanyak 4 lembar dan sidik jari, saya diminta mendapatkannya di kantor sebelah gedung Intelkam itu.

Loket Layanan SKCK

Loket Layanan SKCK. Foto: Billy

Masuk gedung yang dimaksud, ruang pengambilan foto berada di sebelah kiri. Saya masuk, dipotret beberapa kali, dan mendapatkan 8 lembar foto seharga Rp 30 ribu. Dari bentuk kamera, komputer, dan mesin pemroses pencetakan foto, semuanya tampak usang. Mesin pencetak foto berukuran besar dengan merk Fuji Film, kata sang fotografer, sudah berusia 10 tahun.

Dari ruang pemotretan, saya masuk ke ruang pembuatan sidik jari. Ruangan itu berada di sebelah kanan atau di seberang ruang pemotretan. Sebelum diambil sidik jari, saya diminta mengisi formulir.

Rumus Sidik Jari

Rumus Sidik Jari. Foto: Billy

Pengambilan sidik jari menggunakan semua jari. Ada beberapa kotak isian sidik jari yang harus dipenuhi. Setelah semua sidik jari diambil, petugas menganalisisnya dan menghasilkan rumus sidik jari yang saya tidak mengerti. “Berapa biayanya, Pak?” tanya saya. “Terserah, seikhlasnya,” jawabnya. Saya menyodorkan selembar Rp 10 ribu.

Setelah mendapatkan foto dan sidik jari, saya kembali ke gedung Intelkam. Saya mengisi formulir dan menyerahkan semua persyaratan ke petugas. Sekitar 15 menit kemudian nama saya dipanggil. Saya menerima SKCK dan membayar retribusi Rp 10 ribu.

Kuitansi SKSC

Kuitansi SKCK.Foto: Billy

Begitulah pengurusan SKCK. Walau terkesan ribet, namun kalau dijalani dengan ikhlas, terasa ringan. SKCK ini berlaku untuk 6 bulan ke depan.*

SKCK jadi

SKCK. Foto: Billy