Sudah dibaca 486 kali

Tak ada yang istimewa pada Hari Anak Nasional di PAUD Nusa Indah. Semua belajar seperti biasa. Sejak Selasa lalu, 21 Juli, waktu belajar dibagi dua. Siswa lama belajar siang, sementara yang kelas pagi bagi siswa-siwi baru. Dan sejak hari itu pula mereka masuk tiap hari hingga Sabtu. Jadilah mereka belajar lima hari dalam seminggu.

Hari ini hanya ada satu pelajaran; Bahasa Inggris. Siswa pagi diberi materi tentang warna. Pak Billy, guru Bahasa Inggris, menggunakan bola yang berwarna-warni sebagai media belajar. Di akhir pertemuan, Pak Billy mendongeng.

Beda dengan acara mendongeng sebelumnya, kali ini Pak Billy menggunakan boneka tangan. Boneka binatang macan dan kelinci.

Pak Billy mendongeng tentang Maren (Macan Keren) yang kelaparan dan menemukan Kema (kelinci manis) yang sedang bosan karena dimarahi ibunya—Kema sering jajan. Kema tak ingin disantap. Ia menjanjikan Maren sebuah hidangan lezat pengganti dirinya. Maren percaya saja.

Kema membawa Maren ke sebuah perkebunan jengkol. Maren menolak makan semur jengkol dan ramuan lain yang berkaitan dengan jengkol. Kema berpikir keras supaya lepas dari Maren.

Kema mengajak Maren ke sebuah danau yang dihuni buaya. Ia bilang akan membuatkan masakan daging buaya yang lezat. Syaratnya, ia dan Maren harus singgah di pulau yang berada di tengah danau.

Dengan perahu mereka melintasi danau dan singgah di pulau. Maren diminta Kema duduk santai sambil menunggu hidangan. Maren yang kelaparan percaya saja. Apalagi ia mengantuk.

Kesempatan itu digunakan sebaik-baiknya oleh Kema untuk melarikan diri. Maren menyadari dirinya terperdaya. Tapi terlambat, ia tak bisa ke mana-mana. Ia justru takut jika dikeroyok buaya.

Trenyuh dengan teriakan Maren, Kema yang sudah berada di daratan mendorong perahu ke tengah pulau. Maren berhasil keluar pulau dengan menaiki perahu. Dan Kema sudah lari jauh dari jangkauannya.

Siang, pukul 09.30, gantian siswa lama belajar Bahasa Inggris. Pak Billy mengajar tentang angka. Kemudian ia kembali mendongeng dengan materi yang sama.

Sejak 2 Mei 2009, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, lokasi belajar siswa-siswi PAUD Nusa Indah pindah ke garasi mobil—sebelumnya di Balai Warga RW 01 Duren Sawit. Suasana tempat belajar panas karena beratap asbes. Sinar mentari pun masuk ke ruangan meski tak mengenai semua siswa.

Kendati demikian, mereka tetap ceria. Tempat panas bukan halangan. Lokasi tak memadai tak bisa menghalangi mereka mengasah kecerdasan dan ketekunan.

23 Juli 2009