Sudah dibaca 634 kali

Glenn Jolodoro ok

Glenn Jolodoro

Ini sekadar bagi informasi saja. Tentang media sosial. Saya mengikuti diskusi tentang media sosial yang digelar Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2015).

Pembicaranya Glenn Jolodoro. Sudah setahun ia menangani media sosial untuk Metrotvnews.com. Sebelumnya, selama 7 tahun, dia mengelola media sosial milik Okezone.com.

Glenn membuka diskusi dengan menyajikan fakta yang dibanggakannya: kini, akun Twitter Metro TV memiliki 7,8 juta follower. Sebanyak 13 ribu mention/bulan. Sebelumnya, follower-nya ‘hanya’ 3,8 juta. Bagi stasiun tv, katanya, itu tergolong kecil.

Kini Facebook Metro TV telah disebarkan (share) oleh follower sebanyak 650 ribu artikel. Dari 800 artikel yang dipublikasi per bulan, disebarkan menjadi 650 ribu.

Pertumbuhan jumlah pengikut (follower) setinggi itu, menurut Glenn, terjadi setelah ia merevolusi konsepnya. “Harus ada satu tujuan utama agar saat dikerjakan tidak berbelok-belok, lebih mudah, dan efektif,” katanya. “Fungsi media sosial adalah PR.”

Glenn membagi tips agar masyarakat bersedia menjadi follower:

1. Berangkat dari yang dibutuhkan masyarakat

Kita sebagai pengelola media sosial harus tahu informasi apa yang sedang dibutuhkan masyarakat. Dengan memberi informasi yang diperlukan, kita akan mendapat simpati mereka dan mereka jadi follower kita.

Terkait pendidikan, misalnya, sajikan berita tentang sekolah yang paling mahal di Indonesia. Judulnya bisa ‘Inilah Daftar Sekolah Mahal yang Ada di Indonesia’. Dengan adanya informasi seperti itu, masyarakat jadi tahu berapa besaran biaya yang dikenakan pihak sekolah kepada orangtua siswa. Sebab pasti banyak orangtua penasaran berapa besar biaya bagi penyelenggaraan pendidikan yang “dijual” dengan label, misalnya, internasional, plus, dan boarding.

Di sisi lain, sebagian masyarakat kaya menganggap bahwa bisa menyekolahkan anak di sekolah mahal dapat meningkatkan status sosial. Mereka memerlukan sekolah berbiaya besar untuk mendukung persepsinya. Dana tak masalah.

2. Lihat dan cari apa yang follower butuhkan 

Follower harus dimanjakan dengan memenuhi informasi yang mereka butuhkan. Sebagai pengelola media sosial pada sebuah institusi, kita dianggap mengetahui banyak hal terkait institusi. Ini suatu hal yang wajar.

3. Pertanyaan penting dan berbobot harus dijawab

Upayakan apa yang mereka tanya dijawab. Jika tidak tahu jawabnya, tanya pada yang tahu. Namun tidak semua pertanyaan dijawab langsung. Tampung pertanyaan itu dulu. Pertanyaan menjadi database. Kita bisa melihat tren kebutuhan di masyarakat melalui pertanyaan yang mereka lontarkan. Pertanyaan adalah berkah karena kita bisa mengenal follower kita.

Glenn juga berbagi kiat bagaimana meningkatkan daya media sosial:

1. Pahami follower Anda

Berapa prosentase follower antara yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Mana yang lebih besar. Dengan mengetahui data tersebut, kita tahu informasi apa yang harus kita unggah lebih banyak.

2. Pahami traffic Anda

Pantau perkembangan jumlah follower per periode. Tiap pekerjaan yang dilakukan untuk menambah jumlah follower ada nilainya. Metrotvnews.com, kata Glenn, mematok harga Rp14 juta per mention Twitter. Nilai itu sepadan dengan jumlah follower yang dimilikinya.

Glenn membuka sedikit rahasia dapur Metro TV. Stasiun TV milik politisi Surya Paloh itu punya mesin yang tiap hari mengunduh seluruh berita yang beredar di Indonesia. Dengan mesin tersebut, isu yang tengah berkembang di seluruh Indonesia bisa dipahami secara realtime dan cepat. Aset ini memberi keuntungan lebih pada kerja-kerja di ruang redaksi. Metro TV jadi sangat mudah menentukan strategi pemberitaan. Rapat redaksi yang mulanya 3-4 jam berkurang hingga jadi 30 menit.

Glenn punya delapan anak buah. Tiap hari ia memantau pekerjaan mereka dalam memelihara dan meningkatkan jumlah follower. Ia harus memastikan dalam sekian menit mention yang telah disiapkan tayang di media sosialnya selama 24 jam.

Agar mention bisa tayang selama 24 jam, timnya tak harus melek selama seharian. Ia tinggal menjadwal waktu tayang mention dengan menggunakan software. Dengan penjadwalan terprogram dan otomatis itu, ia bisa memantau tayangan mention tiap saat di manapun dan kapan pun tanpa perlu berada di dekat anak buahnya.

Piranti lunak (software) manajemen mention (mention management) ada yang berbayar dan gratis. Sprout Social adalah contoh piranti lunak manajemen mention berbayar. Sedangkan Hootsuite adalah contoh manajemen mention tak berbayar alias gratis.

Hater   

Sering sebuah berita kontroversial mengundang pro-kontra di antara para pembaca. Kemudian muncul yang namanya pembenci (hater) atau orang yang selalu melontarkan hal negatif. Pengelola media sosial harus lapang dada menerima kehadiran mereka. Bahkan, sebenarnya, haters itu adalah barometer seberapa tinggi value kita.

Cara menangkal haters, masih kata Glenn, adalah dengan membesarkan volume orang-orang yang akan simpatik pada kita. Banyak haters karena kita tidak bisa meraih hati masyarakat.

Dalam perkembangannya, hater juga tidak disukai oleh sebagian orang yang muak dengan yang mereka lontarkan. Anggap saja mereka penyuka (liker). Liker sering mencemooh perilaku hater yang selalu berkomentar sembarangan, penuh curiga, dan pesimistis.

Sebuah status di akun Facebook atau twit di Twitter yang mengundang debat berkepanjangan antara hater dan liker menandakan akun tersebut memiliki pengaruh luas kepada para follower. Anggap itu sebagai sebuah berkah. Simak dan pahami apa yang mereka lontarkan.

Jadi, kelolalah media sosial Anda dengan bijak. Jangan sembarangan bikin status dan komentar. Sebab, status kita di media sosial menjadi cermin dan gerbang awal penilaian orang terhadap diri kita.