Sudah dibaca 2048 kali

 Roti Abin Gulung

Pada pertengahan Desember lalu saya pergi ke Kabupaten Sorong, Papua Barat. Tugas kantor. Perjalanan kedua saya menyambangi pulau yang kaya tambang ini. Bedanya, jika tahun lalu saya menginap di Ampana, ibukota Kabupaten Sorong. Kali ini saya menginap di Kota Sorong, tepatnya di sebuah hotel seberang Bandar Udara Domine Eduard Osok.

Di kota ini, oleh-oleh khas yang terkenal adalah Roti Abon Gulung asal Manokwari. Saya bersyukur pada kunjungan lalu saya tak begitu kesulitan mendapatkan roti yang super lezat ini. Dari Hotel Je Meridien tempat saya menginap, saya tinggal melangkah sekitar 50 meter menyusuri trotoar Jalan Piere Tendean. Di sana, tepat di seberang bandara, terparkir mobil yang menjual Roti Gulung Abon.

Mobil itu parkir sejak pukul 14.00-22.00 WIT. Saya menyambangi mobil itu pada Sabtu malam (19/12/2015) sekitar pukul 20.30. Alhamdulillah, bersama seorang teman, saya masih bisa memesannya. Stok Roti Abon di mobil itu tinggal sedikit.

Roti Abon Gulung memiliki lima rasa: tuna, sapi, ayam, keju, dan coklat. Harga per potong Rp12.000. Saya pesan 15 potong dengan lima rasa. Karena tanpa pengawet, makanan ini hanya mampu bertahan empat hari di luar ruangan dan seminggu jika ditaruh di kulkas.

Mobil Penjual

Saya makan roti manis lezat ini setelah sampai rumah keesokan harinya. Bersama anak dan istri tercinta tentunya. Saat dimakan, roti ini langsung terasa kegurihannya. Abon yang dominan menjadi isi roti, bercampur dengan aneka rasa tadi, membuat lidah ketagihan. Manis, gurih, lezat, bercampur jadi satu.

Abon mengingatkan saya saat kecil dulu. Dulu, abon menjadi makanan pelengkap yang harganya relatif mahal. Ada abon sapi dan abon ayam. Disantap dengan nasi hangat, rasanya lezat sekali.

Kini, abon tak lagi disantap dengan nasi. Ia telah diolah menjadi makanan super lezat bernama Roti Abon Gulung. Kalau kita ke tanah Papua, tak afdol rasanya jika pulang tak bawa oleh-oleh Roti Abon Gulung khas Manokwari.*