Sudah dibaca 412 kali

 KMGP the Movie

Ini kabar gembira bagi masyarakat yang sudah membeli tiket presale film Ketika Mas Gagah Pergi. Pada 16-17 Januari 2016 mendatang, film yang diangkat dari novel legendaris karya sastrawan Helvy Tiana Rosa ini akan tayang perdana di sejumlah bioskop tanah air.

Di Jakarta, film akan diputar di Plaza Senayan, Kasablanka XXI, Pejaten Village, Blok M Plaza, Gading XXI, Pondok Indah 1 XXI, Bintaro XXI, Cibubur Junction, Plaza Indonesia, dan Hollywood KC. Di Surabaya: Ciputra World dan Grand City. Di Bandung: Empire XXI – BIP. Di Semarang: Paragon XXI. Di Medan: Thamrin. Waktu tayang untuk semua bioskop pukul 12.45 WIB, 14.45 WIB, 16.45 WIB, 18.45 WIB, dan 20.45 WIB.

Bagi pemilik tiket presale diharapkan untuk segera mendaftar ulang melalui laman kmgp.ac.id/check. Pada saat daftar ulang, masyarakat dapat menentukan lokasi dan waktu tayang menontonnya. Usai daftar ulang, masyarakat mendapat kode check in sebagai tanda telah mendapatkan kursi di bioskop yang dipesannya.

Selain itu, pemilik tiket presale yang belum daftar ulang dapat langsung datang ke bioskop yang telah ditentukan dengan menunjukkan kode booking atau tiket voucher kepada petugas KMGP. Bila bioskop penuh lantaran tiket masuk diutamakan yang sudah check in melalui laman, dapat memilih jam tayang atau hari berikutnya.

Tiket presale dapat dibeli secara daring hingga 16 Januari 2016 melalui laman  kmgp.act.id dengan harga Rp100 ribu per lembar. Tiket tidak dijual di bioskop.

Bagi Anda yang belum memiliki tiket presale, masih bisa beli sampai 16 Januari di www.kmgp.act.id. Bila ada kesulitan hubungi sms Center ACT 0853 3000 6000.

Jika masih belum bisa nonton di hari khusus tersebut (16 dan 17 Januari 2016) karena kesibukan kerja, syuting, atau pemotretan, Anda bisa nonton di bioskop secara reguler mulai 21 Januari 2016.

Film KMGP, sebagaimana novelnya, diyakini memberi khasanah dan wawasan baru kepada penontonnya. Film ini sarat nilai islami yang dikemas dengan apik dan tak terkesan menggurui. Layak ditonton oleh semua kalangan mulai remaja, dewasa, orang tua, hingga kakek-nenek.*