Sudah dibaca 417 kali

Laut

Susana teluk di ambil dari Restoran Mama

Anda pernah ke Pulau Alor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)? Kalau Anda akan pergi ke sana, ada baiknya simak beberapa hal penting berikut ini. Ini pengalaman saya saat bertandang ke Kabupaten Alor pada pertengahan Desember 2016.

TRANSPORTASI

Angkutan Desa

Angkutan Desa di Kalabahi, Pulau Alor.

Kalau dari Jakarta, Anda harus transit dulu ke Bandara El Tari, Kupang, NTT. Penerbangan pesawat Garuda ada pagi dan siang. Maskapai lain lebih banyak pilihan. Saat penerbangan pagi, saya naik Garuda jet, langsung ke Kupang, tidak transit di Surabaya atau Bali. Dari Kupang naik Wings (grup Lion Air) karena tak da penerbangan Garuda ke Bandara Mali-Alor. Jakarta-Kupang sekitar 3 jam, lalu transit 3 jam, menunggu penerbangan Kupang-Alor yang ditempuh sekitar 1 jam.

Cuaca Alor tak selalu bagus. Kalau cuaca jelek, tak ada penerbangan. Kemarin, karena cuaca buruk, penerbangan Alor-Kupang mengalami penundaan (delay). Dari Alor, Wings mampir dulu ke Atambua, lalu ke Kupang dan tiba siang. Penumpang Wings jurusan Kupang-Alor yang terjadwal pagi baru berangkat siang. Jadilah penerbangan saya ke Alor terpaksa mengalami penundaan sekitar 1 jam.

 

AKOMODASI

Hotel

Kamar Single di Hotel Pulo Alor

Rata-rata penginapan di Kalabahi, ibukota Kabupaten Alor, berupa rumah. Harganya relatif murah, tak sampai Rp500.000. Tapi yah itu, fasilitasnya kurang. Kalau mau eksklusif, Hotel Pulo Alor bisa jadi pilihan menarik. Hotel ini memiliki 30 kamar. Tarif per malam dua macam: yang single Rp549.000, yang double Rp580.000.

 

 

 

 

REKREASI

Pasar

Mangga kelapa

Tempat rekreasi di Pulau Alor rata-rata wisata alam, pantai, dan tempat menyelam (diving), di antaranya Air Panas Tuti Adagae di Desa Tuti Adagae, Alor Timur Laut; Museum Seribu Moko dikota Kalabahi, tepatnya di Jalan Diponegoro; Gunung Sirung di Pulau Pantar, Kampung Tradisonal Takpala di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, dan Pantai Maimol diDesa Kabola, sekitar 8 kilometer dari Kota Kalabahi. Karena kemarin selalu hujan, saya hanya bisa pergi ke pasar. Saya pergi ke Pasar Kadelang. Perjalanan sekitar 15 menit naik angkutan desa yang lewat depan Hotel Pulo Alor. Di dekat pasar ada Restoran Mama. Aneka masakan ikan ada di sini. Tempatnya nyaman karena berada di pinggir teluk.

MAKANAN KHAS

Makanan khas

Kue rambut, jagung titi, dan buah kenari di Pasar Kadelang

Makanan khas Alor yang bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh di antaranya kue rambut, jagung siti, dan buah kenari. Kita bisa membelinya di Pasar Kadelang. Lokasinya di tengah pasar dan tampak dari pinggir jalan. Buah khas Alor juga ada yaitu manga kelapa. Mangga ini berukuran besar. Tak tampak di Jakarta. Harganya Rp10.000 per buah. Beli yang masih hijau dan keras. Selain itu, buat Anda yang suka nyirih, di pasar ini banyak dijual biji pinang. Orang Alor suka menyirih dengan biji pinang sehingga banyak dari mereka mulutnya berwarna cokelat.

Demikianlah Pulau Alor. Tempat yang indah dan nyaman untuk berlibur.*