Sudah dibaca 45 kali

Foto: idntimes

Foto: idntimes

Hari ini rakyat Indonesia menyaksikan pelantikan 575 anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dan 136 anggota Dewan Perwakilan Daerah RI periode 2019—2024 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. Sejuta harapan tertumpu di bahu mereka. Banyak pertanyaan muncul di kepala saya: akankah mereka bekerja sesuai dengan sumpah yang diucapkan, bahwa mereka akan bekerja dengan berpedoman pada Pancasila dan UUD Negara Indonesia 1945, menjalankan kewajiban dan akan bekerja dengan sungguh-sungguh, menegakkan kehidupan demokrasi, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi, seseorang, dan golongan?

Pertanyaan itu muncul di tengah mosi tidak percaya mahasiswa dan rakyat Indonesia kepada anggota DPR periode sebelumnya (2014—2019) yang di ujung masa kerjanya membuat jengkel banyak orang: bikin UU KPK dan beberapa RUU yang kontroversi. Elemen mahasiswa dan masyarakat menggelar demonstrasi di berbagai daerah sebagai akumulasi kekecewaan atas kinerja lembaga itu yang dari tahun ke tahun kian menurun dan tak kunjung menunjukkan perbaikan.

Tiap periode, ada saja anggota DPR yang dipenjara karena melakukan suap dan korupsi. Menyelewengkan amanahnya, mengingkari sumpah yang diucapkan saat dilantik. Memutuskan untuk berkhianat pada rakyat. Ucapannya di ruang publik tak jarang bikin kontroversi. Publik jarang mendapat ekspos tentang kinerja baik anggota DPR yang berjuang menegakkan demokrasi dan hak rakyat.

Semoga hal-hal buruk itu tidak dilakukan oleh anggota DPR yang baru dilantik. Tidak ada yang melakukan suap-menyuap dan korupsi. Bekerja sepenuh hati memenuhi aspirasi rakyat. Amanah menjalankan kewajiban dan tanggung jawab. Melayani kepentingan rakyat. Bekerja untuk ibadah. Perilakunya sebagai pelayan, bukan majikan rakyat.

Setelah hari ini, mereka tidak punya alasan untuk santai. Aspirasi rakyat harus segera dipenuhi: tinjau ulang seluruh RUU, termasuk UU KPK yang baru.

Anggota DPR dan DPD RI yang baru, bekerjalah untuk perubahan negeri! Ubah menjadi lebih baik, bukan sebaliknya!

 

Jakarta, 1 Oktober 2019

Rakyat Indonesia yang merindukan perubahan negeri lebih baik