Sudah dibaca 624 kali

Helvy Tiana Rosa diam sejenak di hadapan para hadirin. Hadirin ikut diam. Saya yang duduk di sisi barat panggung juga diam. Tiba-tiba timbul keinginan untuk menduga-duga apa yang sedang dipikirkan pendiri Forum Lingkar Pena itu. Setelah Helvy mulai bicara, saya mendapati dugaan itu benar adanya.

Helvy bercerita tentang hari itu pada 12 tahun silam. Saat itu 30 orang mahasiswa Universitas Indonesia meneguhkan tekad mendirikan sebuah organisasi pengkaderan penulis. “Semuanya adalah relawan,” katanya. Dan kini ia mendapati relawan itu berjumlah ribuan, tersebar di berbagai penjuru nusantara dan belahan benua. Mereka, para relawan, lanjutnya, berjuang di tengah masyarakat untuk memasyarakatkan budaya membaca dan menulis.

Rasa syukur. Barangkali itu yang hendak ditunjukkan Helvy. Mungkin dulu tak pernah terlintas di benaknya FLP akan tumbuh sebesar dan semasif ini. FLP hadir saat bangsa ini terpuruk akibat krisis ekonomi-politik pada 1997-1999—sebagian orang meyakini akibat krisis moral bangsa. FLP dan para relawannya menjadi semacam penyeru agar masyarakat kembali menekuri buku. “Membaca dunia” yang menawarkan solusi lewat buku.

Sejak itu FLP terus berkembang. Mengepakkan sayap. Merentangkan asa dan kehendak untuk bersama-sama melakukan perubahan. Cabang hingga ranting FLP tersebar di penjuru Indonesia hingga mancanegara seperti Amerika Serikat, Mesir, dan Jepang. “Di Blora, tempat tumbuh besarnya tokoh sastrawan Pramudya Ananta Toer,” ucap Helvy, “hanya terdapat satu organisasi penulisan yaitu FLP.”

Momen Milad yang diselenggarakan di MP Book Point Jakarta Selatan pada 22 Februari 2009 kemarin memang mengundang keharuan tersendiri bagi Helvy. Keharuan yang sama, yang barangkali juga dirasakan oleh aktivis organisasi lain di mana namanya tercatat dalam tinta emas sejarah organisasi. Dirinya menjadi bagian penting perkembangan organisasi.

Namun kerja keras itu belumlah usai. Banyak sekali pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan para relawan organisasi ini. Pada 3-5 Juli 2009 di Solo mendatang, dalam Musyawarah Nasional, FLP kembali akan berbenah diri. Menyatukan kembali visi-misi yang barangkali tercecer. Meneguhkan kembali tekad untuk merapikan barisan. Demi masyarakat Indonesia yang gemar membaca dan menulis. Selamat milad ke-12, FLP!

 

Duren Sawit, Jakarta Timur. 23 Februari 2009.