Sudah dibaca 456 kali

Kemarin, Sabtu, 31 Juli, digelar kerja bakti di sekretariat Transformasi. Rencananya, kerja bakti dimulai pukul 10.00. Tapi karena yang hadir hanya beberapa orang, acara baru dimulai pukul 11.00.

Sebenarnya kerja bakti tak sekadar membersihkan sekretariat yang kotor. Lebih dari itu, dan ini yang selalu saya tekankan dalam berbagai kesempatan, semangat kebersamaan dan kerjasama yang dibangun.

Selain kerja bakti, saya juga rencananya ingin mengadakan Rapat Redaksi. Sebab, di Rapat Proyeksi kemarin belum dibicarakan secara rinci materi peliputan, seperti angle (sudut pandang peliputan), nara sumber dan penulisnya. Di Rapat Redaksilah hal-hal tersebut dibicarakan. Namun, karena, sekali lagi, yang hadir hanya beberapa orang, rapat tak digelar. Untuk menyiasatinya, saya dorong kru pemegang rubrik Laput (Arif), Lapsus (Meilany) dan Kampus (Long Beart) untuk mendiskusikannya derngan anggota yang ada.

Untuk rubrik Laput, di mana saya juga tergabung di dalamnya, menyorot penggunaan teknologi informasi di beberapa perguruan tinggi (PT), termasuk UNJ. Di Rapat Proyeksi, Pak Soeprijanto mengusulkan agar nara sumber peliputan tak hanya di Jakarta seperti UNJ, UI dan Universitas Bina Nusantara. Yang di luar mestinya juga. Sampelnya, dia usulkan, Universitas Lampung (Unila) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Saya berencana hanya memakai narasumber di Unila, tidak ITB. Alasannya, selain dana yang dikeluarkan agak banyak untuk meliput di kedua PT tersebut, jumlah personelnya juga kurang. Yang ke sana, saya akan mengirim Arif (penanggung jawab rubrik) dan Aini (anggota baru). Sengaja saya mengikutsertakan Aini semata untuk kaderisasi. Dia terlihat punya semangat yang lebih besar ketimbang rekannya, Olif. Dan, ternyata Aini senang sekali dikirim ke Unila.

Terus terang saya punya kekhawatiran di edisi perdana saya ini, waktu wawancara yang seminggu tak terkejar. Itu semata karena personel yang cair juga kesibukan masing-masing. Meilany dalam seminggu ini (kecuali Senin dan Selasa) akan pulang kampung ke Pelabuhan Ratu. Aini dan Olif harus bisa menyelesaikan buletin Betrans (Berita Transformasi) edisi perdana dalam seminggu ini pula. Belum yang lain seperti Ade, Selamet dan Rahmat (sudah lulus, tinggal wisuda). Yulia sudah kerja dan tak kelihatan lagi batang hidungnya. Euis tak ingin lagi meliput. Herman Praktik Lapangan Kerja (PKL) di mana waktunya tersita penuh ke sana. Saya juga sedang Orientasi Lapangan Kerja (OLK)—untungnya tidak penuh.

Tapi biarlah semua berjalan apa adanya. Maksudnya, walau semua punya kesibukan masing-masing, motivasi teman-teman untuk bertanggung jawab pada tugas harus selalu digenjot. Saya harus bisa memberi kepercayaan penuh pada mereka bahwa mereka bisa menyelesaikan tugasnya. Dan, saya sendiri, sedang belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik.

Duren Sawit, Jakarta Timur. Minggu, 1 Agustus 2004