Sudah dibaca 557 kali

Uh, akhirnya bisa curhat lagi. Kemarin, Sabtu sampai Minggu (28-29 Agustus), saya dan beberapa teman (Epung, Qoyuum, Rida dan Bagas) mengisi pelatihan jurnalistik di kelurahan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Kami diminta sejumlah mahasiswa UNJ yang Kuliah Kerja Lapangan (KKN) di sana untuk mengisi acara yang sebenarnya diinginkan oleh karang taruna. Jadi ketujuh mahasiswa itu sekadar fasilitator.

Biasa, materinya dasar. Lagi pula mana cukup waktu dua hari? Berdasar analisis peserta, psikologi dan waktu, materi yang disampaikan yaitu Manajemen Redaksi (Qoyuum), Teknik Reportase (Epung), Fotografi (Rida Permata Sari), Teknik Menulis Berita (Billy) dan Desain Grafis (Bagas). Pesertanya utusan dari 12 RW yang ada di kelurahan Pondok Bambu.

Acara berjalan lancar-lancar saja. Tiada kendala berarti. Dari segi antusiasme, boleh dibilang agak kurang. Tapi toh mereka mengikuti sampai selesai. Dukungan dari kelurahan (Pak Lurah yang membuka acara) dan Dewan Kelurahan cukup kelihatan. Itu terlihat dari penyediaan fasilitas seperti logistik, sertifikat dan “uang trasport” bagi tiap peserta. Kata Pak Mutih, Ketua RT, “Jarang ada acara seperti itu. Sudah dapat ilmu, dapat uang transport, lagi!”

Usai acara, Minggu sore, saya, Bagas dan Epung diajak teman-teman mahasiswa yang KKN ke sebuah rumah penduduk. Semalam mereka menginap di sana. Sebab, di malam itu ada panggung tujuh belasan warga. Mereka ikut melatih menari empat cewek kecil; lagu AFI ‘Menuju Puncak’. Dan, keempat cewek itu memperlihatkan tariannya kembali di depan kami di teras rumah. Mereka semua tampak bersemangat.

Di sana kami merujak, mengopi dan mengobrol ngalor-ngidul. Kebersamaan sangat terasa. Pak Mutih, yang oleh Elisa, salah satu mahasiswi KKN, disebut  RT gaul, ikut nimbrung. Memang tak salah Pak Mutih dibilang RT gaul. Bicaranya saja elu-gue. Dia banyak cerita soal perkembangan karang taruna di kelurahannya serta pengalamannya di unit pencinta alam semasa kuliah di Universitas Krisnadwipayana.

Saya pribadi melihat acara pelatihan ini bagian dari pengabdian masyarakat. Waktu menjadi pengurus di LPM Didaktika dulu, bersama teman-teman, kami mencoba merumuskan kegiatan seperti apa yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya lewat pelatihan jurnalistik. Namun, yang langsung menyentuh masyarakat ya baru kali ini. Ini pun lewat media Transformasi. Sebelumnya, Didaktika hanya mengadakan pelatihan jurnalistik di SMA yang pesertanya para ABG.

 

Duren Sawit, Jakarta Timur. 30 Agustus 2004.