Sudah dibaca 668 kali

Di sebuah kampung bernama Cilungup, di pinggir jalan sebuah gang, 50 meter dari Kantor Camat Duren Sawit Jakarta Timur, ada sebuah bangunan lusuh yang ruangannya tak lebih luas dari rumah kontrakan. Di sini, sejak tiga tahun lalu, anak-anak usia 2-6 tahun bermain bersama sambil belajar mengeja huruf, angka, dan doa-doa keselamatan. Di sini, di bawah ancaman panas dan hujan, mereka bermain sembari belajar mengukir huruf dan angka, mewarnai makhluk hidup, dan menggambar alam jagat raya. Di sini, di tengah berbagai keterbatasan, mereka membangun asa, membekali hidup, dan menggores prestasi demi membangun negeri yang kelak dibebankan di bahu mereka.

Beberapa guru dan tutor menguras keringatnya, memutar otaknya, dan merelakan waktu serta sebagian hartanya demi keberlangsungan belajar siswa-siswi. Jangan tanya berapa Rupiah mereka bawa agar dapur rumah tetap mengepul dari jerih payah ini. Asal siswa-siswi bisa belajar dengan tenang dan bermain dengan riang, itu sudah lebih dari cukup bagi kebahagiaan mereka.

Bina Keluarga Balita-Pendidikan Anak Usia Dini (BKB-PAUD) Nusa Indah namanya. 8 Februari 2007 lahirnya. Di Balai Warga RW 01 Kelurahan Duren Sawit tempat belajar-mengajarnya.

Tiap tahun jumlah siswa-siswi PAUD Nusa Indah mengalami kenaikan. Bahkan, pada kurun tertentu, dapat dikatakan membeludak. Di awali pada awal Februari tiga tahun lalu dengan siswa tak kurang dari sepuluh kepala, beranjak beberapa bulan kemudian jumlahnya puluhan. Tak muat ruangan Balai Warga menampung, pindahlah lokasi belajar di rumah Bu Erika (Jalan Swadaya VII) di mana berdiri Taman-Kanak-kanak.

Tak lama berselang, aktivitas pembelajaran kembali ke Balai Warga. Tepat pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2009, kegiatan belajar pindah ke sebuah garasi mobil lantaran Balai Warga direnovasi. Pada awal Desember 2009 belajar-mengajar kembali ke tempat semula.

Dalam rentang tiga tahun, PAUD Nusa Indah telah meluluskan dua angkatan, yaitu pada tahun ajaran 2007-2008 dan 2008-2009. Mereka ada yang melanjutkan ke bangku Sekolah Dasar, ada pula ke kursi Taman Kanak-kanak.

Selain belajar di sekolah, siswa-siswi juga melakukan aktivitas pembelajaran di luar kelas. Misalnya melakukan kunjungan ke Ragunan, Istana Anak-anak Taman Mini Indonesia Indah, dan berenang di kolam renang kompleks Palem Indah Pondok Kelapa. Kadang, di hari-hari tertentu, kegiatan belajar dipindah ke taman depan Kantor Camat Duren Sawit.

Guna menjalin hubungan erat antara guru-siswa-orangtua, tiap bulan digelar acara makan bersama. Untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, digelar pula lomba 17-an yang melibatkan siswa dan orangtua.

Prestasi? Pada tanggal……PAUD Nusa Indah turut berpartisipasi dalam perlombaan yang digelar di TK………. Tak gentar berhadapan dengan TK-TK elit, siswa-siswi Nusa Indah yang saat itu berjibaku belajar di garasi mobil berlantai conblock, menyabet beberapa piala. Guru-tutor Nusa Indah juga aktif dalam Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI) tingkat Kecamatan Duren Sawit.

Untuk membekali guru-tutor dengan kemampuan mengajar, Nusa Indah juga ikut serta dalam berbagai seminar, pelatihan, dan workshop tentang pengelolaan dan pengajaran PAUD.

Kini, di usia yang ke-3, PAUD Nusa Indah tetap berjalan dengan berbagai keterbatasan. Dana operasional berasal dari iuran per siswa Rp 10.000/bulan dan sumbangan donatur. Kursi-Meja sumbangan pengurus RW 01 dari dana PNPM.

Kendati kondisi minor, PAUD Nusa Indah secara tak langsung ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2009 lalu. Dua calon legislatif dari dua partai besar, yang kini duduk di kursi anggota dewan, pernah berkampanye di sini. Artinya, disadari, PAUD Nusa Indah secara realitas politik memiliki basis massa yang tak bisa dipandang sebelah mata; orangtua mayoritas dari kalangan tidak mampu dengan beragam profesi dan latar belakang.

PAUD Nusa Indah akan terus maju, meciptakan berbagai inovasi guna mencetak generasi bangsa. PAUD Nusa Indah, di sinilah para calon pemimpin negeri bermain dan belajar. PAUD Nusa Indah, inilah sekolah bagi para calon pemimpin bangsa.

 

12 Februari 2010.