Sudah dibaca 519 kali

Jika ditanya apa yang membedakan Forum Lingkar Pena dengan organisasi kepenulisan lain, anggota FLP akan menjawab FLP adalah organisasi pengkaderan penulis. Berarti semua anggota punya tanggung jawab moral untuk mengkader penulis-penulis baru.

Saat berdiri pada 1997, bentuk organisasi FLP sangat sederhana. Belum memiliki banyak cabang di berbagai kota seperti sekarang. Tidak ada jenjang yang membedakan tingkatan para anggota.

Urgensi pembagian jenjang/kelompok mulai dirasakan ketika FLP mulai memiliki banyak anggota di hampir seluruh Indonesia sampai luar negeri. Musyawarah nasional yang diadakan pada 2003 menghasilkan pembagian jenjang keanggotaan. Kelak, dari pembagian ini sistem pengkaderan FLP lebih teratur. Jenjang yang lebih tinggi bertanggung jawab mendidik jenjang di bawahnya.

Menurut AD/ART FLP yang disahkan pada 2004, jenjang keanggotaan dibagi menjadi tiga: Muda, Madya, dan Andal. Muda sebagai jenjang yang paling bawah memiliki anggota yang punya keinginan untuk menjadi penulis tapi belum memiliki pengalaman. Di atasnya ada jenjang Madya. Anggota di tingkat ini sudah menghasilkan tulisan yang dipublikasikan di media lokal atau nasional. Atau anggota yang pernah memenangkan lomba kepenulisan.

Jenjang yang paling atas adalah Andal. Tidak banyak anggota di jenjang ini karena selain memiliki kriteria anggota Madya, anggota Andal juga menjadi akademisi pada bidang sastra (kritikus) atau bidang komunikasi (jurnalistik), dan sering menjadi pembicara dalam berbagai acara yang berkaitan dengan kepenulisan.

Pembagian jenjang di FLP ini masih fleksibel atau disesuaikan dengan kondisi setiap cabang.

Pada 2004, jenjang Pramuda diprakarsai pengurus FLP DKI. Bisa dibilang cukup unik karena jenjang Pramuda tidak ditemukan di cabang lain. Ide pembentukan jenjang Pramuda dicetuskan setelah melihat kondisi pertemuan rutin dan perekrutan anggota.

Untuk mendukung asas kebersamaan, kontinuitas, dan kompetensi di pengkaderan, FLP DKI membutuhkan anggota yang tidak hanya memiliki kemampuan menulis tapi juga komitmen untuk membagi ilmu dengan generasi baru FLP DKI.

Komitmen calon anggota yang tergabung dalam kelompok Pramuda dapat diprediksi dari melihat keaktifan mereka selama mengikuti pelatihan dasar kepenulisan selama kurang dari enam bulan. Juga dari tulisan-tulisan yang dihasilkan selama itu.

Februari tahun depan FLP akan merayakan milad yang ke-10. Semoga para anggota FLP di setiap jenjang terus menyiapkan kader yang dapat mencerahkan umat melalui tulisan.

Andi Tenri Dala

* Artikel ini ditulis oleh Andi Tenri Dala, Ketua FLP DKI Jakarta periode 2004-2006. Artikel dimuat di Buletin PENA Edisi 8 Tahun 2006. Buletin PENA merupakan media internal yang diterbitkan oleh FLP DKI Jakarta.