Sudah dibaca 485 kali

Sebagai bagian dari keluarga besar FLP DKI, tentu sudah tidak asing lagi dengan sosok yang satu ini. Dedikasi maupun loyalitasnya terhadap organisasi ini rasanya layak mendapat apresiasi dari kita sebagai teman seperjuangan. Pada kesempatan ini, PENA mencoba untuk mengulik lebih dekat tentang bagaimana awal perkenalannya dengan dunia kepenulisan? Apa pandangan sekaligus harapannya terhadap perkembangan FLP DKI?  Berikut kita simak ulasan PENA mengenai ibu ketua kita : Andi Tenri Dala.

Berawal dari keinginan menambah teman, secara tidak sengaja Dala (panggilan -  red) jatuh cinta terhadap dunia kepenulisan sejak bergabung dengan FLP DKI pada akhir 2001. Selaras dengan salah satu misi FLP, tentunya menghasilkan tulisan yang dapat mencerdaskan sekaligus mencerahkan umat sudah merupakan harapan dari cewek kelahiran 13 Maret ini. Kehidupan sehari-hari maupun kesukaannya dengan cerita misteri sering menginspirasi Dala dalam menulis. Penggemar Enid Blyton, H.G. Wells, Arthur Conan Doyle, Agatha Christie ini menginginkan untuk menulis banyak novel misteri, tetapi tentunya tidak mencotek karya mereka. Salah satunya novel yang berjudul Cressendo Violis Idol lahir dari hobinya membaca karya-karya misteri. Tetapi Dala juga suka  mengangkat tema-tema lain pada tulisannya, seperti permasalahan sosial maupun kehidupan remaja. Semuanya bisa dijadikan sebagai inspirasi dan bahan yang menarik untuk ditulis. Bicara tentang prestasi, Dala pernah mendapatkan penghargaan pemenang lomba menulis cerita anak majalah AyahBunda.

Menurut Dala, berkecimpung dalam dunia tulis-menulis ternyata dapat memberikan manfaat.  “Saat menjelang lulus kuliah dan mulai bekerja saya baru tahu kalau kemampuan menulis sangat dibutuhkan. Sayangnya masyarakat Indonesia masih belum sadar akan pentingnya kemampuan menulis,”jelasnya. Menulis juga memaksa penulisnya untuk banyak membaca, ibarat sebagai nutrisi tidak mungkin  kita bisa membuat tulisan yang berkualitas tanpa membaca. Setuju bu…!!!

Sejak mendapat amanah sebagai ketua FLP DKI pada akhir 2004, menjadikan FLP DKI semakin dikenal dan berprestasi merupakan impian dari ibu ketua kita ini. FLP juga diharapakan agar terus melahirkan lebih banyak penulis yang berkualitas. “Target saya yang masih perlu disempurnakan adalah sistem pelatihan untuk calon anggota baru (kelompok pramuda) dan pembuatan modul dasar kepenulisan dalam tutorial. Saya senang jika FLP DKI sudah bisa menghasilkan banyak penulis baru, dari yang awalnya hanya dua tiga orang sekarang banyak tulisan dari teman-teman yang tersebar di berbagai media.”

Mengenai suka dukanya selama terlibat di FLP, Dala mengatakan jika ia sering merasa sedih apabila ada anggota atau calon anggota mengira FLP tempat menjadi penulis secara instant. Padahal untuk menjadi penulis dibutuhkan suatu proses dan ketekunan untuk terus belajar. Namun menjadi bagian dari FLP merupakan suatu kesempatan yang berharga baginya. “Saya bisa bertemu dengan banyak teman-teman yang  sangat heterogen sehingga dapat memotivasi dan memberi inspirasi dalam berkarya”

Dala juga tidak lupa memaparkan harapannya kepada teman-teman penerus agar tetap berdakwah dengan pena dan amanah membimbing anggota yang baru bergabung. “Meskipun kelihatan capek, Insya Allah kalian akan mendapat banyak pelajaran dan pengalaman saat bergelut di dunia kepenulisan dan FLP. Semoga Allah memberi balasan kepada teman-teman yang tulus.” motivasi Dala tersebut mengakhiri percakapannya dengan PENA kali ini. Amin!

 

*Artikel ini ditulis oleh Ervan Joniawan, dimuat di Buletin PENA Edisi 9/Desember/2006 rubrik Sosok. Buletin PENA merupakan media internal yang diterbitkan oleh FLP DKI Jakarta.