Sudah dibaca 454 kali

Apa reaksi Anda jika suatu hari menemukan karya tulis dan foto yang Anda buat diklaim oleh orang atau lembaga lain? Marah, saya yakin Anda marah! Pemikiran dan keringat yang Anda kuras untuk menghasilkan sebuah karya tiba-tiba dijiplak dan dimunculkan ke ruang publik sebagai bukan karya Anda. Yang menyakitkan, secara terang-terangan karya itu diklaim oleh mereka!

Saya kini tengah mengalami kemarahan itu. Saya mengelola laman Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar (Ditjen Dikdas) Kemdikbud. Informasi yang saya tulis ditujukan sebagai informasi publik. Semua orang bebas memanfaatkannya. Saya pun senang tulisan itu disalin ke dalam laman atau blog pribadi dengan mencantumkan sumber tulisan. Saya sangat menghargai mereka yang menyertakan sumber tulisan.

Namun sebuah laman informasi “inilah.com” telah melakukan hal yang saya anggap sebagai bentuk plagiarisme. Saya mendapati dua tulisan di laman Ditjen Dikdas diklaim oleh laman itu. Tentang liputan pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional jenjang Sekolah Dasar pada awal Mei 2014 lalu.

Pertama, tulisan bertajuk “Ini Juara OSN Jenjang SD/MI 2014” (http://dikdas.kemdikbud.go.id/index.php/ini-juara-osn-jenjang-sdmi-2014/). Pada laman Ditjen Dikdas, tulisan ini diunggah pada 8 Mei 2014. Sementara laman “inilah.com” menjiplak tulisan itu dengan mengubah judulnya menjadi “Provinsi Jawa Tengah Puncaki OSN SD/MI 2014” (http://nasional.inilah.com/read/detail/2099444/provinsi-jawa-tengah-puncaki-osn-sdmi-2014/#.U3VCgMpBfAN). Artikel yang diunggah pada 10 Mei 2014 pukul 14:31 WIB itu tidak mencantumkan sumber tulisan. Yang mengesalkan, fotonya ditandai oleh laman ini dengan watermark dan di bawahnya di beri keterangan “(Foto:inilahcom)”.

Kedua, tulisan berjudul “Tiara Andini, Peraih Emas yang Multitalenta” (http://dikdas.kemdikbud.go.id/index.php/tiara-andini-peraih-emas-yang-multi-talenta/). Laman Ditjen Dikdas memuatnya pada Kamis, 8 Mei 2014. Sedangkan “inilah.com” memuatnya pada Sabtu, 10 Mei 2014 pukul 14:57 dengan judul yang sama (http://gayahidup.inilah.com/read/detail/2099445/tiara-andini-peraih-emas-multitalenta#.U3VCZcpBfAN). Laman “palingaktual.com”—saya kira pengelola laman ini sama dengan pengelola inilah.com—juga memplagiatnya (http://palingaktual.com/531889/tiara-andini-peraih-emas-multitalenta/read/). Fotonya di-close up bagian wajah dengan watermark “inilahcom” dan caption tulisan yang sedikit ditambahi menjadi “Tiara Andini, siswi SDN II Langkai Palangkaraya – (Foto: inilahcom)”.

Saya yakin pengelola “inilah.com” sadar dengan apa yang dilakukannya yaitu memplagiat karya orang dan mengklaimnya sebagai karya sendiri. Apakah ini salah satu kebijakan redaksinya, saya tidak tahu. Yang pasti, bentuk plagiarisme adalah pelanggaran etika di dunia penulisan, jurnalistik, dan akademik. “Inilah.com” telah mencoreng wajahnya sendiri dengan melakukan hal yang dianggap hina oleh para penulis.

Saya tidak tahu apakah “inilah.com” juga memplagiat konten laman lain. Saya hanya menulis terkait laman yang saya kelola saja.

Saya pun tak bermaksud menuntut laman ini dan memperpanjang masalah. Biarlah orang-orang menilai bagaimana metode jurnalistik yang diterapkan media berita itu. Terlebih, plagiarisme bukanlah hal baru dalam dunia kepenulisan.

Jadi, sekali lagi, bagaimana perasaan Anda jika tiba-tiba suatu hari menemukan karya Anda diklaim sebagai milik orang lain? Saya yakin, perasaan kita sama.*

 

Padang, Sumatera Barat. 16 Mei 2014.