Sudah dibaca 970 kali

Musyawarah Cabang

Pada 14 Januari 2007, Forum Lingkar Pena Cabang DKI Jakarta menggelar Musyawarah Cabang di Masjid Jami YARSI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Agenda Muscab ini, selain mengevaluasi kinerja kepengurusan Andi Tenri Dala selama dua tahun (2004-2006), juga memilih ketua baru untuk masa jabatan dua tahun berikutnya (2007-2008).

Suksesi berjalan lancar. Panitia pemilihan yang terdiri dari Dala dan Ervan Joniawan (Sekretaris, pengganti Sekretaris sebelumnya Beni Jusuf), sebelumnya menyebar kartu pemilihan, baik berbentuk kertas maupun surat elektronik (email). Hanya 17 orang yang mengisi kartu dan mencalonkan kandidatnya. Dalam penghitungan, Zaenal Radar Tantular mengantongi dua suara, Dala 2, Billy Antoro 10, Beni Jusuf 1, Hasif Palajati 1, dan Erfin Hadiwaluyono 1. Dari enam nama tersebut, hanya empat orang yang hadir dalam Muscab, yaitu Beni, Dala, Erfin, dan Billy. Mereka berhak maju ke forum untuk mempresentasikan visi-misinya.

Setelah presentasi, peserta Muscab diberi kartu voting. Hasilnya, Beni mendapatkan dua suara, Billy delapan suara, Dala dan Erfin nol, dan satu orang abstain. Maka Billy Antoro terpilih sebagai Ketua FLP Cabang DKI Jakarta periode 2007-2008. Sebelum acara ditutup, Billy menguraikan beberapa hal yang akan dilakukannya untuk membangun FLP DKI sebagaimana amanah yang ditanggungnya.

Kemudian Billy, sebagai Ketua, menyusun kepengurusan. Ia membuka diri untuk menerima usulan siapa saja yang berhak atau ingin duduk dalam struktur kepengurusan. Usulan bisa dikirim lewat pesan layanan singkat (SMS) maupun email.

Seminggu kemudian, tepatnya 21 Januari, Billy mengumumkan susunan kepengurusan. Nama-nama yang dicantumkannya sebelumnya telah ia hubungi lewat telepon, email, maupun chatting untuk diminta persetujuan. Semua menyetujui posisinya. Bersamaan dengan pengumuman kepengurusan, pertemuan Pramuda tetap digelar.

Dalam kepengurusan ini, strukturnya agak berbeda dari struktur kepengurusan sebelumnya. Ada Ketua, Sekretaris, Bendahara I, Bendahara II, Divisi Kaderisasi yang terdiri dari Subdivisi Muda/Madya dan Pramuda, Divisi Humas, dan Divisi Event Organizer.

Pada 28 Januari Billy menggelar rapat Praraker. Rapat ini membahas program kerja para pengurus divisi dan BPH yang akan dibawa ke Rapat Kerja. Raker direncanakan dilaksanakan pada 10-11 Februari.

FLP Depok menggelar pelatihan kepenulisan cerita pendek yang diasuh Asma Nadia pada 4 Februari di Gedung Penerbit Gema Insani Press, Depok, Jawa Barat. Dari enam aktivis FLP DKI yang lolos seleksi mengikuti workshop tersebut—Wahyudin, Lia Octavia, Ahmad Lamuna, Meiliana Komalarini, Sokat, dan Nursalam—hanya Wahyudin yang bisa hadir. Kondisi Jakarta yang diguyur hujan dan dikepung banjir yang dimulai pada 2 Februari mengakibatkan lima orang itu absen—rumah di antara mereka terendam air.

Kondisi Jakarta yang buruk tidak memungkinkan pertemuan pengurus dan pelatihan Pramuda dilakukan pada Ahad 4 Februari–teras Masjid Jami YARSI terendam. Raker yang sedianya dijadwalkan 11 Februari di Merak juga dibatalkan. Situasi Jakarta belum bisa dipastikan.

Sejumlah pengurus berkumpul pada 11 Februari di tempat biasa, teras Masjid Jami Yarsi. Agendanya membahas rencana Raker yang kemudian dijadwalkan 3-4 Maret. Selain itu, pengurus juga merencanakan sejumlah kegiatan untuk menyambut perayaan Milad FLP ke-10 yang akan digelar pada 24 Februari di Gedung Departemen Pendidikan Nasional. Di antaranya inventaris barang keperluan di stan dan kemungkinan pentas seni.

Seminggu berikutnya, 18 Februari, pengurus bertemu. Pertemuan Pramuda juga digelar. Kali ini partisipasi FLP DKI dalam Milad FLP 24 Februari serius dibicarakan. Misalnya pembuatan dua standing banner berisi profil FLP DKI dan tampilan karya, pembuatan album foto kegiatan, pembuatan kartu nama untuk ketua, pembuatan pin, dan pertunjukan drama. Rencananya anggota FLP DKI diwajibkan memakai celana batik khas Betawi dan kaus seragam berlogo FLP DKI.

Menjelang 24 Februari, sejumlah pengurus FLP DKI yang tergabung dalam kepanitiaan Milad didera kesibukan. Dalam rentang 18-24 Februari, aktivitas sejumlah pengurus lain untuk persiapan menyambut Milad juga cukup tinggi. Intensitas itu terlihat dari mailinglist flpdki@yahoogroups.com dan lingkarpena-8@yahoogroups.com. Mulai dari skenario pementasan hingga celana yang diwajibkan pakai.

Pada 24 Februari banyak anggota dan pengurus FLP DKI datang untuk turut memeriahkan perayaan Milad—acara diisi dengan diskusi penulis, peluncuran buku, dan bazaar. Bahkan dua pengurus FLP DKI yang aktif di Komunitas Puisi FLP ikut membacakan puisi. Ketua Billy juga ikut membantu pementasan Drama Jaring-Jaring Merah oleh Asma Nadia. Di stan FLP DKI terpajang berbagai inventaris yang sebelumnya sudah direncanakan. Sayang, pertunjukan drama tidak jadi digelar. Namun kekecewaan tersebut terobati oleh munculnya seragam berupa kaus hitam berlogo FLP DKI yang tampak cerah. Pengurus FLP DKI yang mendapatkan kaus dalam jumlah terbatas itu langsung mengenakannya sepanjang acara.

Selain sibuk mengurusi keperluan perlengkapan acara, Billy menerima ketua FLP Ranting DKI dari kampus YAI dan STAN. Beberapa mahasiswa dari kampus Bina Sarana Informatika dan SMA 21 juga datang mengungkapkan keinginannya bekerjasama dengan FLP DKI dalam menyelenggarakan pelatihan kepenulisan. FLP DKI juga membuka pendaftaran anggota baru.

Rapat Kerja

Tibalah agenda Raker menunggu di depan mata. Usulan tempat Raker terus berubah. Terakhir di Rangkas Bitung, Banten, pada 3-4 Maret. Sebelas pengurus berangkat bareng, sementara pengurus lain tidak bisa hadir dengan beragam alasan. Maklum, mayoritas pengurus FLP DKI adalah pekerja dan sudah berkeluarga. Namun hal ini tidak membawa kendala berarti.

Dua hari Raker berjalan khidmat. Inovasi dan kreativitas pengurus dalam merumuskan program kerja berseliweran dalam forum. Proker satu tahun pertama dibahas hingga pukul 03.00 dan dilanjutkan pagi harinya. Sementara rencana program kerja satu tahun kedua sekadar diwacanakan dalam forum. Garis besarnya saja. Perintisannya dimulai tahun pertama ini.

Raker selesai. Tinggal mengaplikasikan rencana dalam bentuk nyata. Divisi-divisi dan subdivisi mulai sibuk. Divisi Humas memulai rencana pendirian Rumah Baca dengan bertandang ke Rumah Dunia pada 11 Maret untuk berbagi pengalaman dengan sastrawan Gola Gong—yang datang Nursalam (Humas), Abdurrahman (Muda.Madya), Tuti Crisan (Event Organizer), Meiliana Komalarini (Pramuda), dan Lia Octavia (Bendahara II).  Divisi Event Organizer mengurusi pelatihan menulis di SMA 21 Pulo Mas Jakarta Timur, pada 17 Maret. Acara tersebut diisi oleh Fahri Asiza, Ekky Almalaky, dan Dani Ardiansyah (Humas). Pada acara ini FLP DKI melakukan presentasi di hadapan siswa-siswi SMA 21 plus rekrutmen.

Milis organisasi, flpdki@yahoogroups.com dan lingkarpena-8@yahoogroups.com, dipenuhi diskusi. Karena mayoritas pengurus dan anggota FLP DKI pekerja dan lokasi rumah berjauhan, komunikasi lewat jaringan maya ini sangat efektif. Ya, pertemuan seminggu sekali secara formal kurang efektif bagi sebuah organisasi yang mengehendaki kemajuan pesat. Perlu upaya lain agar komunikasi selalu terjaga.

Inaugurasi

Acara rutin tiap berakhirnya pelatihan terhadap anggota di jenjang Pramuda adalah inaugurasi. Ini semacam pelantikan atau pun pengesahan keanggotaan. Pada 22 April inaugurasi diselenggarakan di Anjungan Riau Taman Mini Indonesia Indah. Sekitar 7 orang pesertanya, yang lain tidak bisa datang dengan beragam cerita; pulang kampung, ke pesta pernikahan saudara, dll. Namun acara tetap berjalan meriah.

Pindah ke Masjid Amir Hamzah

Akhirnya keinginan itu terkabul juga. Tempat pertemuan FLP DKI berpindah dari teras Masjid Jami YARSI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ke Masjid Amir Hamzah, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Menjelang akhir 2006 hingga pertengahan Mei 2007, FLP DKI memakai teras Masjid Jami YARSI sebagai tempat pertemuan rutin mingguan.

Kepindahan dari TIM berawal dari pergantian pengurus Masjid Amir Hamzah. Dulu, akhir 2004, saat FLP DKI dipimpin Azimah Rahayu, acara pertemuan berpindah dari Masjid di belakang gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, ke Amir Hamzah. Kepindahan ke Amir Hamzah tidak melalui surat, melainkan pemberitahuan secara lisan kepada penjaga masjid atau pengurus. Selama dua tahun berbagai acara (diskusi, rekrutmen anggota, hingga pergantian kepengurusan dari Azimah ke Andi Tenri Dala) berjalan lancar.

Saat pergantian pengurus Amir Hamzah, suasana berubah. Pengurus baru mempertanyakan keberadaan FLP DKI. Mereka memanggil pengurus FLP DKI dan bernegoisasi. Hasil negoisasi tersebut mengamanatkan bahwa FLP DKI, kalau masih terus mau mengadakan pertemuan di tempat tersebut, harus membuat surat izin.

Dalam tataran pengurus, hal ini dipersepsikan bahwa FLP DKI tidak lagi dibolehkan memakai Amir Hamzah sebagai tempat pertemuan. Sambil menunggu negoisasi antara pengurus FLP DKI (waktu itu diwakili oleh Sekretaris Umum Beni Jusuf) dengan pengurus masjid, pengurus berinisatif mencari tempat baru pertemuan.

Pencarian tempat baru memakan banyak waktu. Kebetulan pertemuan Pramuda sudah berakhir dan masanya rekrutmen. Rapat pengurus dilakukan beberapa kali di Taman Surapati, sebuah taman kota di pinggir Jalan Diponegoro, Menteng. Alhamulillah Masjid Jami YARSI bisa dipakai.

Kepindahan ini membuat sebagian pengurus tidak nyaman. Jarak tempuh dari rumah mereka bertambah jauh. Sebagian tidak datang lantaran alasan ini. Sebagian mengungkapkan keinginan untuk pindah ke Amir Hamzah—tempat ini strategis selain sebagai pusat kebudayaan di Jakarta. Namun negosiasi tak kunjung membuahkan hasil. Berlama-lama. Ditambah kesibukan Sekretaris yang bertumpuk.

Setelah pergantian pengurus pada 14 Januari 2007, Billy berkeinginan memindahkan tempat pertemuan ke TIM. Alhamdulillah keinginan itu tercapai setelah pada akhir April Billy menemui Ketua Pengurus Masjid Amir Hamzah Zaenal dan mendapatkan izinnya—sebelumnya Billy mengantar proposal permohonan izin pemakaian tempat.

Baru pada 13 Mei pertemuan FLP DKI kembali di gelar di masjid Amir Hamzah. Sejumlah pengurus mengungkapkan kegembiraannya. Sebelumnya, pertemuan 6 Mei tetap digelar di YARSI lantaran pengumuman pertemuan perdana calon anggota baru akan dilaksanakan di masjid tersebut.

Pertemuan perdana anggota Pramuda pada 6 Mei berjalan lancar. Selain pekerja dan mahasiswa, beberapa calon anggota berasal dari kalangan pelajar. Yang terkecil adalah pelajar kelas 1 SMP, kemudian SMA—diangkatan sebelumnya juga ada pelajar kelas 1 SMP (Wardah Hasanah).

Peluncuran buku dan talkshow

Pada 20 Mei 2007, FLP DKI menyelenggarakan peluncuran buku dan talkshow, serta silaturahmi di toko buku MP BOOK POINT, Jalan Puri Mutiara 72, Jeruk Purut, Cipete Selatan, Jakarta Selatan. Peluncuran buku yaitu novel ‘Dan Cinta Pun Ruku’ karya Dani Ardiansyah dan Lulu El Maknun dan ‘Himitsu’ karya Achi TM. Dani dan Achi adalah pengurus FLP DKI.

Acara talkshow menghadirkan Boim Lebon yang bertindak sebagai moderator, Zaenal Radar, Taufan E. Prast, Sokat, dan Billy Antoro. Talkshow membahas tema ‘Cerita Lucu Cerita Bermutu’ yaitu bagaimana membuat sebuah cerita selain lucu tetapi juga bermutu. Di talkshow ini sekaligus peluncuran buku kumpulan cerpen lucu ‘Suparman Pulang Kampung’ di mana cerpen Boim Lebon dan keempat panelis tadi ada di buku itu.

Usai talkshow digelar silaturahmi FLP Jabedeci (Jakarta, Bekasi, Depok, Ciputat). Hadir dalam acara tersebut Billy Antoro (Ketua FLP DKI), Wiwiek Sulistyowati (Ketua FLP Bekasi), Nurhadiansyah (Ketua FLP Depok), Koko Nata (bekas Ketua FLP Depok), dan Rahmat (mewakili Ketua FLP Ciputat). Diskusi membahas program kerja yang sudah dibuat oleh keempat Ketua Cabang Jabedeci.

Ranting Baru

FLP DKI punya tiga ranting di tiga kampus; Sekolah Tinggi Administrasi Negara (Bintaro), Universitas Negeri Jakarta (Rawamangun), dan Yayasan Administrasi Indonesia (Salemba). Pada 27 Mei 2007, ranting FLP DKI bertambah di Madrasah Aliyah Negeri 4 Model, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sejumlah pengurus FLP DKI diundang datang ke sekolah itu untuk mengesahkan pembentukan ranting.

Ranting FLP DKI MAN 4 merupakan ranting pertama di tingkat sekolah. Pengurusnya adalah siswa-siswi yang sebelumnya tergabung dalam komunitas sastra di sekolahnya. Semangat mereka begitu menggebu untuk mendirikan ranting FLP DKI. Dari pihak sekolah MAN 4 hadir Ibu Lisnur, guru Bahasa Indonesia—jajaran pimpinan sekolah tidak bisa hadir lantaran kesibukan.

Pengesahan ranting MAN 4 sekaligus mengawali program FLP Goes to School, sebuah program road show FLP DKI ke sejumlah sekolah di Jakarta. Program ini berupa seminar kepenulisan dan pengenalan FLP DKI.

Lokakarya Cerpen Dwiwulan

Acara ini merupakan Program Kerja FLP Wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, Ciputat (Jabedeci), yaitu sebuah program pelatihan menulis cerpen yang melibatkan anggota empat cabang di wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, dan Ciputat.

Teknisnya, tiap cabang mengirimkan lima naskah cerpen yang sudah di seleksi di tiap cabang. Lalu naskah tersebut dikumpulkan dan diperiksa pembahas. Saat pertemuan, pembahas membahas satu per satu cerpen tersebut.

Pelaksanaan pertama diselenggarakan di Rumah Cahaya Depok pada 8 Juli 2007, dengan pembahas Helvy Tiana Rosa. FLP DKI turut mengirimkan perwakilannya.

FLP Goes to School dan LCD 2

Pada Sabtu 25 Agustus 2007, FLP DKI menggelar pelatihan kepenulisan di SMA 85 Jakarta, di bawah program FLP Goes to School. Acara ini berupa diskusi kepenulisan, diikuti oleh siswa-siswi SMA 85 dan diisi oleh anggota FLP DKI—Taufan E. Prast dan Sokat. Pihak sekolah diwakili oleh Guru Bahasa Indonesia. Sponsor acara ini Penerbit Lingkar Pena Publising House.

Di tempat terpisah masih di hari yang sama, FLP DKI mengirim lima anggotanya mengikuti Lokakarya Cerpen Dwiwulan II di Rumah Cahaya Depok, Jawa Barat. Pembahas hari itu adalah Ketua Umum FLP Irfan Hidayatullah. LCD salah satu program kerja FLP Wilayah Jabedeci (Jakarta Bekasi, Depok, Ciputat).

Akhir pelatihan Pramuda angkatan 10

Rekrutmen anggota baru FLP DKI dilakukan per semester. Publikasi pendaftaran lewat mailing list di internet dan pada pelaksanaan acara insidental yang melibatkan FLP DKI. Pada tiap pendaftaran, per peserta dikenakan biaya administrasi Rp 75 ribu yang dikompensasikan untuk pembuatan modul dan bea inaugurasi. Namun untuk angkatan 10 ini, peserta dikenakan bea, untuk umum dan mahasiswa Rp 80 ribu, dan pelajar Rp 50 ribu.

Pelatihan diselenggarakan rutin tiap Ahad. Modul berisi sejumlah materi dengan pembicara dari anggota/pengurus FLP DKI. Pada 19 Agustus pemberian materi berakhir. Sambil menunggu inagurasi pada 9 September, anggota Pramuda ini dikondisikan untuk menyesuaikan diri dengan kegiatan Muda/Madya.

Inaugurasi Angkatan 10

Pada Ahad 9 September 2007, FLP DKI Jakarta menggelar inaugurasi angkatan 10 di Taman Wisata Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur. Pesertanya 29 orang. Sejumlah acara digelar, seperti permainan (games), diskusi kepenulisan, dan unjuk karya. Berbeda dengan inaugurasi angkatan sebelumnya, pada acara ini angkatan 10 mementaskan teater bertajuk Balada Orang Gila. Pertunjukan berjalan sukses dan meriah. FLP DKI bermaksud mengembangkan teater ini menjadi permanen.

Diskusi dengan FLP Ciputat

Pada Kamis 20 September 2007, di ruang Student Center Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, FLP Ciputat menggelar acara diskusi kepenulisan, buka puasa bersama, dan konsolidasi bagi anggota barunya. Dalam diskusi kepenulisan, FLP DKI diundang sebagai salah satu pembicara. Billy Antoro dan Fariecha Hakim hadir mewakili FLP DKI dalam diskusi tersebut.

Usai acara, di Rumah Baca FLP Ciputat digelar rapat, membahas acara yang sedianya digelar oleh FLP Wilayah Jabedeci bekerjasama dengan Majalah Annida pada 29 September. Hadir dalam acara tersebut perwakilan tiga cabang; Jakarta, Bekasi, dan Ciputat.

Rapat Evaluasi Triwulan

Pada Ahad siang hingga sore 23 September 2007 di teras Masjid Amir Hamzah, TIM, FLP DKI menggelar Rapat Evaluasi Triwulan. Rapat membahas program kerja yang sudah berjalan dan rencana kerja tiga bulan ke depan (Desember). Pada rapat ini pula diresmikan pengangkatan Ketua Divisi Humas dan Ketua Divisi Event Organizer. Ketua Divisi Humas kini dijabat oleh Fariecha Hakim yang sebelumnya memegang amanah sebagai Ketua Divisi EO. Ia menggantikan Dani Ardiansyah yang mengundurkan diri—menyusul anggotanya Nursalam AR. Sedangkan Ketua Divisi EO dijabat Sutarni, yang sebelumnya merupakan anggota Divisi EO. Rapat Evaluasi ditunda karena suasana tidak kondusif lagi dan diteruskan pada Ahad berikutnya.

Di rapat ini, Billy, Ketua FLP DKI, menyerukan agar FLP DKI kembali pada semangat awal berdirinya. Di mana ruh ukhuwah islamiyah menjadi lokomotif pengembangan organisasi. Di mana asas Islam organisasi ditegaskan kembali. Bahwa FLP DKI adalah organisasi dakwah yang menjadikan pena sebagai salah satu sarana dakwahnya. Ia bukan organisasi kepenulisan yang menggunakan dakwah sebagai salah satu muatannya. Billy juga mengimbau dan mewajibkan membaca al-Qur’an sebelum acara dimulai—dulu pernah dilakukan namun belakangan dilupakan.

Diskusi Kepenulisan

Pada Sabtu 29 September 2007, di ruang Student Center Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, FLP Wilayah Jabedeci bekerjasama dengan Majalah Annida menggelar diskusi kepenulisan dan buka puasa bersama. Pembicara dalam diskusi ini adalah Irfan Hidayatullah (Ketua Umum FLP), Maman S. Mahayana (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia), Muhammad Yulius (Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah Annida), dan Melvy Yendra (bekas Redaktur Majalah Annida). Moderatornya Jonru (penulis). Diskusi mengangkat topik mengenai kiprah FLP dan Majalah Annida serta kerjasama keduanya dalam upaya merintis sastra islami di tanah air. Diskusi sekaligus pembahasan perdana—dalam ruang publik—rubrik Cakrawala di Majalah Annida yang ditulis oleh Irfan Hidayatullah.

Rapat Evaluasi dan Buka Puasa Bersama

Keesokan harinya, Ahad 30 September, Rapat Evaluasi Triwulan lanjutan digelar di tempat biasa. Kali ini membahas laporan tiap Divisi; Divisi Kaderisasi, Subdivisi Muda/Madya dan Subdivisi Pramuda, Divisi Humas, dan Divisi EO.

Usai rapat, buka puasa bersama digelar. Lokasinya di rumah Ani, salah satu anggota Muda. Masih dekat dari TIM di Jalan Pejambon, Jakarta Pusat. Acara dihadiri banyak peserta dan berjalan meriah. Selain kulsum (kuliah sepuluh menit) dan pembacaan puisi, acara diisi dengan diskusi, pembagian sertifikat (yang belum menerima saat inaugurasi), dan pengumuman rekrutmen pengurus baru—dari anggota Muda.

Tiada Libur kecuali saat Idul Fitri

FLP DKI tidak pernah meliburkan pertemuan rutin mingguan. Selalu saja ada kegiatan pada Ahad di teras Masjid Amir Hamzah, TIM. Tak terkecuali ketika Ramadhan tiba. Bahkan terkadang beberapa anggotanya buka puasa bersama di TIM usia pertemuan. Seminggu sebelum Lebaran, pada Ahad 7 Oktober 2007, pertemuan masih digelar di tempat tersebut. Pertemuan pagi mendiskusikan mengenai bagaimana membuat buku non-fiksi, seputar kerja copywriter, dan menjalin hubungan dengan penerbit. Pembicaranya Rusdin Rauf, seorang anggota yang sudah menerbitkan beberapa buku.

Usai diskusi, ba’da shalat zuhur, masing-masing divisi berkumpul untuk konsolidasi, terutama antara pengurus dengan staf baru yang berstatus magang. Sementara anggota Muda lainnya mendiskusikan perkembangan pendirian Teater Senyawa yang akan menjadi program ekstrakurikuler FLP DKI Jakarta. Billy mengumumkan Dala sebagai Ketua Pjs Subdivisi Pramuda, menggantikan Meiliana Komalarini yang mengundurkan diri.

Pertemuan akan kembali digelar pada Ahad 21 Oktober. Artinya, pertemuan 14 Oktober ditiadakan lantaran hari tersebut masih termasuk dalam suasana Idul Fitri, walau ada saja anggota yang bertanya apakah di tanggal itu ada pertemuan rutin.

Dengan penambahan personel yang merupakan ‘darah segar’, insya Allah FLP DKI terus mengembangkan diri memacu prestasi, melakukan konsolidasi organisasi, dan belajar bagaimana menjadi da’i yang baik.

 

Susunan Pengurus Forum Lingkar Pena

Cabang DKI Jakarta Periode 2007-2008

(Hingga 7 Oktober 2007)

Ketua   

Billy Antoro

Sekretaris  

Ervan Joniawan

Bendahara I    

Astri Taat

Bendahara II  

Lia Octavia

Divisi Kaderisasi    

Andi Tenri Dala (Ketua)

Asa Mulchias

Anisa Kuffa

Aniq Sabahah

Subdivisi Muda/Madya

Abdurrahman (Ketua)

Ahmad Lamuna

Achi TM

Subdivisi Pramuda     

Andi Tenri Dala (Ketua Pjs)

Fiddini

Divisi Humas 

Fariecha Hakim (Ketua)

Joko Waluyo

Divisi Event Organizer   

Sutarni (Ketua)

Elshia Dianita

Sokat

Beni Jusuf

Tuti Krisan

 

 

* Naskah ini merupakan laporan yang dikirimkan ke Ketua Umum FLP Irfan Hidayatullah pada Oktober 2007 sebagai bagian dari tertib organisasi.