Spread the love

Sudah dibaca 85 kali

Sumber: Pintek.id

Semalam saya menamatkan buku legendaris Rich Dad Poor Dad karya Robert T. Kiyosaki. Buku tentang keuangan yang sangat bagus yang sayangnya baru saya baca.

Di bagian akhir, buku ini menyuguhkan nukilan buku Kiyosaki berikutnya Cashflow Quadrant. Buku ini tentang bagaimana mencari jalan hidup, tentu saja tidak jauh dari soal keuangan.

Kita tahu, Kiyosaki tidak begitu suka sekolah namun ia seorang pembelajar. Dalam nukilan buku itu, di halaman 224, ia mempertanyakan fenomena yang hingga kini kontekstual:

* Kenapa ada begitu banyak anak yang membenci sekolah?

* Kenapa ada begitu sedikit anak yang menyukai sekolah?

* Kenapa banyak orang yang terdidik tinggi tidak berhasil di dunia nyata?

* Apakah sekolah mempersiapkan Anda untuk menghadapi dunia nyata?

* Kenapa saya membenci sekolah tapi suka belajar?

* Kenapa sebagian besar guru sekolah miskin?

* Kenapa sekolah mengajarkan sedikit hal tentang uang kepada kita?

 

Ada kalimat yang sering diulang oleh Kiyosaki, “Sekolah mengajarkan kita untuk bekerja mencari uang, tidak mengajarkan bagaimana uang bekerja untuk kita”. Rajin belajar, memperoleh nilai tinggi, bekerja di tempat bagus dengan gaji tinggi, punya rumah dan mobil serta perabotan lainnya. Kiyosaki menambahkan, “Lalu terbelit masalah keuangan setelah pensiun atau berhenti kerja.”

Saya selalu mengangguk-angguk dan berkata “oh” tiap usai membaca kritik Kiyosaki terhadap sekolah, terlebih setelah saya merenungkan nasib saya selama mengenyam pendidikan.

Sepanjang bersekolah sampai kuliah, saya menemukan beberapa guru yang bikin saya malas belajar dan bersekolah, penginnya libur terus. Mereka menghukum saya kalau saya salah dalam pelajaran, seolah berbuat salah saat belajar adalah haram. Parahnya, kalau salah, saya dan teman lain dihukum fisik: rambut dekat kuping ditarik, perut dicubit, kepala dipukul pakai buku.

Itu dulu. Semoga tidak ada lagi guru buruk seperti itu.

Satu lagi yang sering diulang oleh Kiyosaki: “Sekolah tidak mengajarkan siswa tentang keuangan.”

Semalam saya menonton video wawancara Kiyosaki. Ia memberi alasan kenapa sekolah tidak mengajarkan tentang keuangan yang dia ketahui (ditulis dalam buku Rich Dad Poor Dad). Katanya, sekolah memang sengaja dikondisikan untuk tidak memberikan pengetahuan tentang keuangan kepada siswa. Sudah jelas siswa diarahkan ke mana: bekerja (jadi pegawai) untuk mendapatkan uang. Paradigma ini tertanam dalam di kepala banyak anak di seluruh dunia.

Sekarang ada istilah Literasi Finansial. Menurut World Economic Forum (2015), Literasi Finansial adalah salah satu kompetensi yang harus dimiliki anak agar bisa bertahan di abad XXI. Pertanyaannya, bagaimana kontennya dan apakah siswa diajarkan masalah keuangan? Tapi, bagaimana siswa diajarkan persoalan keuangan kalau gurunya sendiri tidak tahu atau bermasalah dengan keuangan?

Aha, satu lagi, Kiyosaki tidak suka guru yang tidak menerapkan materi yang diajarkan ke muridnya.

 

Tangerang, 20 Juli 2021