Spread the love

Sudah dibaca 255 kali

Bagian depan Panorama Beach Resort&Resto. Dokpri.: Billy Antoro

Dari penginapan ini kita bisa melihat panorama Pantai Sawarna yang indah. Tempat yang pas untuk acara keluarga.

Kalau kamu berwisata ke Pantai Sawarna, Kabupaten Lebak, Banten, pastikan menginap di lokasi nyaman dan jauh dari keriuhan. Salah satu pilihan tepat adalah Panorama Beach Resort&Resto. Lokasinya yang berada di kaki bukit memungkinkan kamu untuk langsung melihat kawasan pantai nan indah itu dari balkon kamar. Deburan ombak dari Pantai Sawarna pun masih terdengar santer.

Kami menginap di sana saat bertandang ke Pantai Sawarna, Sabtu (20/4/2024). Lokasinya di dalam area wisata. Karena mobil dilarang masuk area, kami memarkir mobil di lapangan hijau dalam lingkungan rumah warga yang terletak di seberang pintu masuk area wisata (parkir mobil juga bisa di area lapangan di pintu masuk lain area wisata). Dari sana kami naik ojek motor dengan biaya Rp15 ribu per orang. Banyak tukang ojek yang dilakoni warga sekitar mangkal di depan area pintu masuk.

Tikungan ke Panorama Beach Resort&Resto dari desa wisata. Dokpri.: Billy Antoro

 

Panorama Beach Resort&Resto memiliki 8 kamar yang disewakan. Ke-8 kamar berada di empat bangunan. Bangunan pertama di bagian depan, 3 kamar. Bangunan ke-2 di bagian tengah, dua kamar. Bangunan ke-3 di bagian tengah sebelah kanan, 1 rumah. Bangunan ke-4 di bagian belakang, 2 kamar. Bangunan 2 dan 4 berupa rumah panggung. Satu bangunan lagu dihuni penjaga penginapan yaitu Bu Aisyah dan Pak Jejen.

Kamar di bangunan ke-2 berupa rumah panggung. Ada dua kasur besar di dalamnya, televisi, pendingin udara (AC), dan kamar mandi. Kamar di bangunan ke-4 berupa rumah panggung juga. Di dalamnya berisi satu Kasur besar, televisi, pendingin udara (AC), dan kamar mandi. Kami menyewa dua kamar tersebut. Semuanya bersih dan tertata rapi.

Panorama pantai dilihat dari balkon kamar. Dokpri.: Billy Antoro

Dari penginapan di kaki bukit itu kita bisa melihat dengan jelas suasana Pantai Sawarna, lahan persawahan, dan desa wisata. Suasananya sepi karena jaraknya sekitar 100 meter dari pantai. Memang dari jarak itu Anda tidak bisa langsung berlari telanjang kaki lalu menceburkan diri di pantai, namun, percayalah, kenyamanan menginap di tempat itu nomor satu.

Memang, ada banyak sekali penginapan di desa wisata yang jaraknya sekitar 30 meter dari bibir pantai. Umumnya penduduk desa wisata menyediakan penginapan yang menyatu dengan rumah makan. Kamu bebas memilih sesuai kenyamanan. Ada yang berupa bale-bale berdinding pendek, ada pula rumah tertutup satu petak dengan kamar mandi di luar dan dipakai bersama.

Penginapan di desa wisata. Dokpri.: Billy Antoro

Saya mengamati, rata-rata yang bermalam di tempat itu adalah wisatawan dengan banyak anggota keluarga. Mereka datang berombongan dengan konvoi motor. Kalau dari rumah naik mobil, mereka berjalan kaki ke lokasi penginapan atau naik ojek. Motor bisa ditaruh sembarang di dekat penginapan.

Jika di Panorama kamu dapat menikmati suasana sepi, di penginapan ini kamu tidak akan mendapatkan kenyamanan itu. Suasana yang ramai dengan wisatawan yang bisa datang kapan saja serta suara motor berknalpot brong tak akan membuat kamu tidur nyenyak.

Suasana desa wisata yang sarat penginapan dan warung makan. Dokpri.: Billy Antoro

 

Ramah

Penginapan ini tidak menyediakan sarapan. Kamu bisa sarapan, makan siang, dan makan malam di desa wisata. Dari Panorama Beach Resort&Resto, kita cukup menyusuri jalan lebar di apit sawah menuju desa wisata. Namun kalau mau sarapan nasi goreng atau keperluan makan lainnya, kamu bisa memesan kepada Bu Aisyah dan makan di resto sambil menikmati pemandangan laut dan sawah. Kami sendiri memilih untuk cari makan di desa wisata sambil menikmati suasana.

Penjaga Resort itu Pak Jejen. Ia ditemani oleh anaknya Bu Aisyah. Ia tergolong orang lama di sana. Ia akan menjawab semua pertanyaan yang Anda lontarkan tentang tempat itu. Kebanyakan bangunan yang berdiri di bibir pantai Desa Sawarna, misalnya, dikelola oleh PTPN VIII sebagai pemegang Hak Guna Usaha. “Jadi bangunan di sana kebanyakan tidak permanen. Mereka harus siap bongkar kapanpun jika diinginkan PTPN,” katanya.

Kami bersyukur saat check out ia mengantar kami ke luar lokasi wisata dengan mobil golf. Mudah membawa barang-barang. Mobil itu bukan dihela dengan listrik. Mesinnya didimodifikasi dengan bahan bakar bensin.

Saya bersama Pak Jejen yang mengantar kami ke luar area wisata. Dokpri.: Billy Antoro

Kalau kamu ingin menginap di Panorama Beach Resort&Resto, ada dua cara. Pertama, pakai aplikasi. Kedua, hubungi langsung Pak Jejen atau Bu Aisyah dinomor: 082125714634. Bisa tanya melalui Whatsapp atau telepon. Kalau menghubungi langsung Pak jejen/Bu Aisyah, kamu bisa langsung bertanya tentang kesediaan kamar dan harga sewanya. Harga kamar di kisaran Rp300 ribuan sampai Rp450 ribuan per malam.

Oke, selamat jalan-jalan dan bersenang-senang!*

 

Video menuju Panorama Beach Resort&Resto naik ojek: Klik

Lokasi Panorama Beach Resort&Resto (Google Maps): Klik

Artikel tentang Pantai Sawarna: Klik