Spread the love

Sudah dibaca 854 kali

: untuk hakim yang sayang koruptor

Sedetik setelah vonis diketuk

terdengar suara aneh dari

pengunjung sidang

“Tut!”

 

“Siapa yang barusan kentut?!” ucap Pak Hakim murka

Seorang lelaki berdiri lalu

berkata malu,

“Saya, Pak Hakim. Saya sudah tak tahan.”

 

Pak Hakim tak percaya

Ia suruh petugas pengadilan

menyeret lelaki itu ke muka sidang

 

“Kau dituduh telah melakukan perbuatan

tak menyenangkan,” ujar Jaksa Penuntut Umum.

“Kau divonis enam tahun penjara,” kata Pak Hakim

Palu berkarat tiga kali diketuk.

 

“Kenapa hukumannya lebih tinggi daripada

vonis koruptor tadi, Pak Hakim?” si pesakitan bertanya.

 

“Karena ia bersikap baik selama diadili,” sahut Pak Hakim.

 

“Kalau begitu, izinkan saya kentut seratus kali, Pak Hakim.

Melihat wajah Anda, entah kenapa, nafsu kentut saya merajalela.”

 

Tangerang, 8 Desember 2013.