Spread the love

Sudah dibaca 1086 kali

Banyak jalan mendapatkan uang. Salah satunya lewat aktivitas menulis. Sudah tidak zamannya lagi menulis dipandang sebagai kegiatan yang membuat orang jadi miskin. Mau bukti?

Banyak sekali orang menjadi kaya, atau setidak-tidaknya dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, dari kegiatan menulis. Habiburrahman El-Shirazy mendapatkan honor dari royalti novelnya Ayat-Ayat Cinta lebih dari Rp 1,5 miliar. Itu cuma dari royalti bukunya, belum lagi royalti film yang diangkat dari novelnya. Atau J.K. Rowling, penulis novel Harry Potter, yang menjadi orang terkaya di dunia dari hasil menulis cerita tentang dunia sihir itu.

Habiburrahman El-Shirazy dan J.K. Rowling baru mewakili penulis buku. Padahal banyak sekali pekerjaan atau kegiatan menulis yang dapat mendatangkan penghasilan sangat lumayan. Berikut ini beberapa kegiatan/pekerjaan yang berkaitan dengan penulisan:

1. Menulis artikel di majalah, koran, dan situs berita. Setiap media massa selalu memberikan ruang bagi pembaca untuk mengirimkan tulisan ke media tersebut.

2. Penulis buku. Dengan menerbitkan buku, penulis dapat royalti penjualan bukunya dari penerbit. Jika buku laris (best-seller) dengan cetak ulang beberapa kali, jumlah uang yang masuk ke kantung penulis makin banyak.

3. Editor. Editor adalah orang yang mengoreksi tulisan. Bekerja di penerbit atau redaksi surat kabar. Bisa pula menjadi editor freelance, yaitu menerima buku atau tulisan-tulisan dari berbagai kalangan.

4. Penulis skenario. Menulis naskah skenario untuk pembuatan film layar lebar atau layar kaca.

5. Menjadi penulis hantu (ghost writer). Penulis yang membantu orang lain membuat buku atau tulisan.

6. Staf ahli. Pejabat atau lembaga yang sangat sibuk  dan memiliki mobilitas tinggi membutuhkan staf ahli yang dapat membuatkan naskah pidato, materi diskusi, atau konferensi pers.

7. Pengulas Produk di internet. Perusahaan besar membutuhkan orang-orang yang dapat menuliskan deskripsi produk yang dipasarkan lewat situs online-nya.

8. Peserta Lomba Penulisan. Hadiah dari lomba penulisan biasanya jutaan rupiah.

 

Sebagai gambaran kecil, berikut ini nilai nominal yang diterima pengirim resensi jika dimuat oleh media massa:

Daftar Honor Resensi di Sejumlah Media Massa

No Media Terbit Honor (rupiah)
1 Majalah Tempo Mingguan 500 ribu
2 Koran Kompas Harian Reguler/Edisi Minggu: 500 ribu.

Pustakaloka: 1 juta.

3 Koran Media Indonesia Harian Utama: 500 ribu.

Kolom kecil: 150 ribu

4 Koran Jawa Pos Harian 450 ribu
5 Majalah Gatra Mingguan 500 ribu
6 Koran Seputar Indonesia Harian 300 ribu
7 Koran Jakarta Harian 300 ribu
8 Koran Tempo Harian 300 ribu

Sumber: www.indonesiabuku.com

Ada lagi pekerjaan atau kegiatan yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan menulis, namun produk yang dihasilkan berupa tulisan. Di antaranya:

  1. Pemilik Penerbit. Penerbit mendapat prosentase yang besar dari buku yang diterbitkan.
  2. Menjadi pelatih penulisan. Biasanya pelatih mendapatkan honor dari penyelenggara pelatihan penulisan.
  3. Menjadi konsultan penulisan atau penerbitan. Banyak orang ingin tahu bagaimana menerbitkan buku, atau mengelola sebuah penerbitan. Maka konsultan bisa jadi pilihan menarik.

 

Melihat begitu banyak peluang bergelut di bidang penulisan, tentu memberi banyak kesempatan bagi kita untuk memilih mana yang kita sukai dan tekuni.

 

Kesungguhan 

Untuk sukses dalam sebuah bidang kerja/kegiatan diperlukan kesungguhan. Penulis terkenal mengawali karirnya dengan jatuh bangun. Banyak sekali rintangan yang menghalanginya, seperti malas, tidak mood, dan merasa tidak punya waktu untuk menuis. Namun dengan kesungguhan, ia mampu menghadapi segala rintangan dan menjadi yang terbaik.

Berikut ini beberapa tips untuk menjadi penulis yang baik:

  1. Niat. Niatkan dalam hati secara sungguh-sungguh bahwa menulis bisa dijadikan sandaran hidup.
  2. Rajin membaca. Menulis dan membaca merupakan dua kegiatan yang tidak bisa dipisahkan. Dengan membaca, wawasan kita bertambah. Bahan tulisan pun tersedia dari media yang dibaca.
  3. Rajin menulis. Upayakan menulis tiap hari, entah menulis cerpen, diary, artikel, opini yang terlintas di kepala, atau sekadar status di facebook.
  4. Ikut pelatihan menulis. Dengan belajar dari orang pengetahuan dan keterampilan kita bertambah.
  5. Bergabung dalam organisasi penulisan. Di organisasi ini kita bisa saling tukar pikiran, berbagi pengalaman, dan diskusi seputar dunia penulisan. Kita juga akan terus termotivasi untuk menulis karena berada di tengah teman-teman yang gemar menulis.
  6. Rajin membuat dan mengirim tulisan. Tak perlu menunggu mahir menulis untuk membuat dan mengirim tulisan ke media massa dan penerbit. Jika tulisan tidak dimuat/diterima, terus kirim lagi.

 

Menulis Sebagai Sarana Dakwah

Sebagai muslim/muslimah yang baik, sebaiknya menulis tidak semata ditujukan untuk mendapatkan uang atau mencari kekayaan. Niatkanlah menulis sebagai sarana dakwah. Untuk mendapatkan ridha allah SWT. Sehingga uang dan kekayaan hanyalah imbalan dari kegiatan dakwah yang kita lakukan.

Jika diniatkan dakwah, maka yang kita tulis berupa kebaikan. Menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan memberikan pencerahan kepada banyak orang. Dengan begitu, Allah SWT Sang Pemilik Pena akan mempermudah kita menapaki profesi sebagai penulis dan mendapatkan keberkahan dari aktivitas ini.

Jadi, buat apa menunggu lama? Kalau mau jadi penulis, menulislah! Mulai dari sekarang!

* Disampaikan dalam acara Personal Development Program yang digelar oleh Yayasan Mitra Sejahtera Utama pada Ahad, 28 Maret 2010.