Spread the love

Sudah dibaca 901 kali

Hari yang menggembirakan. Ahad, 22 April 2007, Forum Lingkar Pena DKI Jakarta menggelar inagurasi di Anjungan Riau Taman Mini Indonesia Indah. Rombongan berangkat dari Masjid Jami YARSI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pukul 8 dengan bus carteran. Tak banyak yang masuk dalam rombongan itu, karena beberapa orang berangkat langsung dari rumah masing-masing ke lokasi acara.

Sekitar pukul 9 rombongan tiba di Anjungan Riau. Suasana sekeliling anjungan belum begitu ramai. Kami lesehan di teras rumah adat Riau, menunggu beberapa teman yang belum datang.

Acara dimulai pukul 10. Andi Tenri Dala, Ketua FLP DKI Periode 2004-2006, maju sebagai pembawa acara. Fatih, peserta inagurasi, membuat suasana lebih khidmat dengan lantunan ayat suci al-Qur’an. Wahyudin, Ketua Panitia, memberi sambutan.

Tiba-tiba Meli datang membawa kabar gembira; acara dipindah ke anjungan lain (masih anjungan riau) yang tempatnya lebih luas dan bersih. Kami pindah. Tak jauh. Sekitar 30 meter dari tempat semula.

Acara dilanjutkan. Ketua FLP DKI Periode 2007-2008 Billy Antoro gantian memberi sambutan. Setelah itu acara perkenalan. Peserta Pramuda mengenalkan diri; Aira Kusuma, Wardah Hasanah, Indarwati Harsono, Oby Eka Rizky, Fatih, dan Uriati Zulkifli–datang terlambat. Wardah adalah peserta termuda karena masih duduk di bangku 1 SMP.

Pengurus tak mau ketinggalan mengenalkan diri: Fariecha Loesheila, Sutarni, Astri Taat, Meiliana Komalarini, Andi Tenri Dala, Wahyudin, Ita, dan pengantin baru pasangan Anisa Kuffa dan Joko Waluyo. Menyusul Achi TM, “Penyair Tangerang” yang baru menerbitkan novel perdananya Himitsu. Pasangan asal Tangerang Taufan E. Prast – Era juga memperkenalkan diri.

Acara perkenalan selesai, berganti istirahat, salat, dan makan—pada pelaksanaannya di balik; makan dulu baru salat. Usai salat, acara dilanjutkan dengan pembacaan karya. Sesuai tradisi, tiap peserta Pramuda diharuskan membuat karya dan dibacakan pada inagurasi. Ini untuk melihat sejauh mana mereka mengecap pelatihan yang telah dijalani.

Di tengah acara “tamu baru” datang; Tary dan Teti Rahmawati. Tary adalah penulis cerpen dan novel yang karyanya banyak dimuat beragam media massa dan memenangi sejumlah lomba kepenulisan. Lama sudah ia tak aktif di kegiatan FLP DKI, namun pada hari itu ia menyisihkan kegiatan lain untuk hadir di acara ini.

Untuk memompa semangat, setelah pembacaan karya, peserta menyanyikan lagu yang didedikasikan sebagai mars FLP DKI. Lagu ini pertama kali diperdengarkan saat inagurasi pada 18-19 Februari 2006 di Situ Gintung, Ciputat. Penciptanya Wahyudin. Rencananya, lagu ini akan diaransemen sehingga dapat didengar oleh khalayak ramai.

Usai bernyanyi, waktunya “talkshow”. Panitia sengaja mengundang Tary dan Taufan untuk berbagi ilmu dan pengalaman—beberapa penulis lain diundang namun tidak bisa datang karena kesibukan. Tary bicara dari aspek teknis penulisan, sedangkan Taufan pada bagaimana menerbitkan sebuah karya. Taufan kini bekerja sebagai editor di penerbit Lingkar Pena Publishing House.

Acara berjalan lancar. Tanya-jawab berlangsung santai. Peserta melontarkan sejumlah pertanyaan dan langsung dijawab Tary dan Taufan. Kesamaan dua penulis ini adalah sama-sama memilih menulis sebagai profesi/mata pencaharian.

 

Usai talkshow, peserta salat asar. Setelah asar, acara kembali dimulai. Di luar hujan turun deras. Deras sekali.

Tibalah waktunya prosesi pelantikan. Tidak ribet-ribet amat. Secara simbolis Billy menyerahkan sertifikat kepada Oby—Oby  sebenarnya angkatan 8, namun tidak ikut inagurasi,  jarang muncul, kemudian aktif kembali. Sementara Meli menyerahkan sertifikat kepada Indarwati—peserta paling rajin datang. Selain itu, salah satu pengurus memberikan sebuah buku sebagai tanda penghargaan kepada Wardah, anggota Pramuda terimut yang rumahnya paling jauh (Ciledug, Jakarta Selatan)—ia datang ke TMII bersama Papa, Mama, kakak, dan adiknya.

Sebelum acara berakhir, Billy mengutarakan harapannya agar anggota yang baru dilantik bergabung dalam kepengurusan. Tidak berhenti seiring berakhirnya pelatihan dan pemberian sertifikat. Tenaga dan pemikiran mereka dibutuhkan untuk mensukseskan sejumlah acara yang akan digelar FLP DKI sebulan dan beberapa bulan ke depan. Mereka pun akan bergabung dengan teman-teman lain di jenjang Muda/Madya yang juga memiliki program pelatihan tersendiri. Pelantikan ini bukan akhir, melainkan penanda awal membangun bangsa yang gemar membaca dan menulis lewat FLP DKI.

Billy juga menyampaikan sebuah “kabar gembira”, yaitu FLP DKI bisa kembali menggunakan teras Masjid Amir Hamzah Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, sebagai tempat pertemuan. Maklum, suasana belajar di Masjid Jami YARSI tidak kondusif; suara kendaraan terutama bising bajaj. Insya Allah FLP DKI akan pindah ke tempat tersebut mulai 13 Mei. Pertemuan Ahad 29 April dan 6 Mei tetap di teras Masjid Jami YARSI.

Akhirnya acara berfoto dimulai. Masing-masing orang memasang pose narsis, namun tetap indah dalam kebersamaan Keluarga Besar FLP DKI Jakarta.

Hujan telah reda, namun gerimis dan mendung terus mengintai. Semua peserta meninggalkan Anjungan Riau dengan penuh suka cita. Perjuangan babak baru segera dimulai!

 

Hajatan Rutin

Inagurasi adalah hajatan rutin FLP DKI. Acara ini digelar sebagai penanda berakhirnya “masa pendadaran” calon anggota FLP DKI. Selama kurang lebih enam bulan mereka mengikuti pelatihan dengan materi beragam seputar dunia kepenulisan; fiksi dan non-fiksi. Dan, inagurasi tersebut menjadi semacam “pelantikan” maupun “pengesahan” atas status keanggotaan di FLP DKI; dari calon anggota menjadi anggota, semula Pramuda menjadi Muda. Pramuda dan Muda merupakan jenjang keanggotaan selain Madya dan Andal.

Inagurasi diselenggarakan bukan di tempat biasa diadakan pelatihan. Inagurasi angkatan 8 berlangsung di Rumah Dunia, Serang, Banten, pada 30 Juli 2006. Sebelumnya di tempat wisata Situ Gintung, Ciputat, pada 18-19 Februari 2006—hadir waktu itu di antaranya Sakti Wibowo, Zaenal Radar, Arulkhan, dan teman-teman FLP Ciputat. Ragunan (hadir waktu itu Helvy Tiana Rosa dan Azimah Rahayu) dan Cibubur (sempat menginap) adalah dua lokasi wisata yang juga pernah dipakai untuk inagurasi.

Dalam jadwal program kerja organisasi FLP DKI, berakhirnya inagurasi menjadi awal pembentukan angkatan baru. Pendaftaran anggota baru sudah dibuka beberapa bulan lalu. Puluhan orang dari siswa hingga pekerja mendaftar. 6 Mei pertemuan perdananya, di teras Masjid Jami YARSI.

Kaderisasi, di mana-mana, sangat penting dalam sebuah organisasi. Ia menjadi persemaian generasi baru bagi terjaganya keberlangsungan organisasi. Tak terkecuali FLP DKI Jakarta.

Jakarta, 22 April 2007.