Spread the love

Sudah dibaca 1166 kali

 Reuni SMk Telkom Angkatan IV a

Alumni SMK Telkom Sandhy Putra Jakarta angkatan IV menggelar acara reuni di Taman Melati, Taman Mini Indonesia Indah, Ahad, 22 November 2015. Dari total 144 siswa angkatan tahun 1995 itu, hanya sebagian yang hadir. Sebagian lagi tidak hadir karena lokasi tempat tinggal yang jauh dan pekerjaan.

Acara bertajuk “Temu Kangen Superman 8” ini berjalan meriah, diisi dengan main game, diskusi, dan ramah tamah. Meskipun saya tidak terlibat dalam kepanitiaan, panitia tiba-tiba mendapuk saya untuk menjadi pembawa acara: game. Oleh Edwin, saya diberitahu apa saja game yang dibuat dan aturan mainnya.

Peserta game pertama anak-anak. Anak-anak dikumpulkan di bagian depan dekat panggung. Game-nya sangat intelek: mereka diminta menyebutkan nama rumah adat dan tarian daerah. Semua anak antusias menjawab pertanyaan. Yang juara dapat hadiah. Tapi semuanya akhirnya memang dapat hadiah.

Reuni SMk Telkom Angkatan IV b

Permainan kedua untuk para ayah: lomba makan kerupuk. Lokasi acara berpindah dari aula ke taman. Ada enam kerupuk yang dieksekusi. Tiap eksekutor diwajibkan menghabisi kerupuk tanpa ampun. Berbeda dengan lomba 17 Agustusan, pada lomba kali ini eksekutor dibolehkan makan kerupuk sambil minum dan bawa nasi. Mereka juga diperkenankan membumbui kerupuk dengan kecap, saus sambal, dan aneka bumbu rempah lainnya untuk memompa nafsu makan. Tapi tak satupun eksekutor mengambil fasilitas menggiurkan itu. Tiga eksekutor paling rakus terpilih untuk mendapat hadiah.

Permainan berikutnya adalah lomba bakiak. Kali ini lomba merata diikuti oleh generasi tua dan generasi muda. Satu tim terdiri dari tiga pasang kaki. Putaran pertama diikuti anak-anak, dilanjutkan ibu-ibu, kemudian bapak-bapak.

Reuni SMk Telkom Angkatan IV c

Yang paling ramai tentu saja lomba bakiak bapak-bapak. Saat aba-aba mulai diteriakkan, tiga tim tersungkur jatuh karena saling dorong. Satu tim lagi kabur melenggang. Lomba berjalan seperti tak ada aturan seperti dunia politik negeri ini: sebenarnya ada aturan, tapi semua sepakat untuk tidak mematuhinya. Yang mematuhi hanya satu kelompok yang lari melenggang dengan bakiak di bawah kakinya. (lihat Video)

Usai game dan pembagian hadiah, waktunya istirahat dan foto-foto. Makanan dan minuman tersaji di bawah tenda; ada somay, pempek, baso, buah-buahan, dan es krim. Anak-anak berlarian di tengah taman, memegang pesawat dan melemparnya tinggi-tinggi. Orangtua mereka bernostalgia sembari mencicipi hidangan.

Acara berlanjut dengan diskusi. Pembawa acaranya Hidayat Syukur, pengusaha sekaligus motivator yang datang dari Semarang, Jawa tengah. Satu hal yang menjadi isu hangat dalam diskusi ini adalah tentang relasi antaralumni dalam dunia kerja: bagaimana para alumni saling bantu dan kerja sama.

Meskipun dicetak menjadi tenaga ahli di bidang telekomunikasi, hanya sebagian alumni yang bekerja di bidang tersebut. Sebagian lain bekerja sebagai pengusaha, guru, wartawan, dan ibu rumah tangga. Hal itu terjadi karena alumni angkatan IV lulus pada 1998 ketika negeri ini diterkam krisis moneter. Saat itu banyak karyawan di PHK, termasuk tenaga ahli. Perusahaan banyak yang gulung tikar.

Jika biasanya beberapa minggu sebelum kelulusan sejumlah perusahaan telekomunikasi menggelar rekrumen melalui tes bagi siswa SMK Telkom, tahun itu hanya Indosat yang melakukannya. PT. Telkom hanya menerima sepuluh terbaik lulusan untuk direkrut menjadi karyawannya.

Sebagian siswa masuk perusahaan telekomunikasi, sebagian lagi melanjutkan kuliah dan mencari kerja. Saya mendaftar Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri dengan memilih jurusan yang kalau dipikir-pikir mustahil saya masuki: Teknik Elektro dan Teknik Sipil Universitas Indonesia. Mustahil karena soal-soal UMPTN cenderung berbasis pelajaran SMA. Yang parah, saya dengan pede (percaya diri) mengambil jurusan dengan passing grade yang tinggi.

Akhirnya saya “tewas” di UMPTN. Tapi saya bertekad untuk bisa kuliah lagi. Pinjam buku kursus dari teman dan saudara. Alhamdulillah, akhirnya saya diterima di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta pada 1999.

Di kampus itu ternyata saya bertemu beberapa teman satu SMK. Ada yang di Jurusan Teknik Elektro, Matematika, dan Bahasa Jerman!

Selama kuliah, saya aktif di Pers Mahasiswa. Selulus kuliah, saya memilih berkiprah di jalur pers. Lebih detail: penulisan. Saya tidak berniat jadi guru SMK. Saya mencari nafkah dari jalur menulis.

Kembali ke acara reuni. Untuk mendukung rencana saling membantu di antara teman-teman alumni, diperlukan basis data alumni. Diusulkan untuk membuat laman. Laman berisi profil alumni angkatan IV dan hal lain yang relevan dan bermanfaat.

Selain diskusi tentang saling bantu dan pembuatan laman, forum juga menentukan ketua angkatan yang akan dicalonkan sebagai ketua ikatan alumni SMK Telkom. Guruh Noorbayanto terpilih.

Acara berakhir dengan acara foto bersama dan ramah-tamah. Diharapkan, ke depan, silaturahmi di antara alumni SMK Telkom angkatan IV terus berjalan, setidaknya melalui dunia maya.*