Spread the love

Sudah dibaca 151 kali

Gedung SATPAS Kota Tangerang./Foto: restangerangkota.metro.polri.go.id

Setiap pengemudi sepeda motor wajib punya Surat Izin Mengemudi (SIM C). Namun, untuk memilikinya, kita harus melewati serangkaian prosedur. Ada tes yang harus dilalui.

Sebagian orang menjalaninya dengan “normal”, mengikuti tes sesuai aturan hukum meskipun dalam prosesnya mengalami tantangan. Terus mencoba dan akhirnya berhasil.

Sebagian lagi melakukannya dengan melanggar aturan. Tidak menjalani prosedur resmi. Melakukan suap. Prosedur yang dilalui hanya formalitas. Pasti lulus, namun gagal menjadi warga negara yang baik.

Kamu pilih yang mana? Itu kembali kepada keimanan dan kepercayaan kepada penyelenggara negara. Yang pasti, ada tes yang perlu kita lalui agar mendapatkan SIM C, yaitu (1) bayar asuransi, (2) tes psikologi, (3) tes kesehatan, (4) tes teori, dan (5) tes praktik.

Rangkaian Tes Mendapatkan SIM C

Apa mudah mendapatkan SIM C dengan jalur resmi? Mudah! Yang penting sabar menjalani setiap prosedurnya.

Saya mendapatkan SIM C di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (SATPAS) Polres Metro Tangerang Kota. Lokasinya di Jalan Daan Mogot No. 52, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten. Dekat SMA Negeri 1 Tangerang.

Saya ke sana pada Kamis pagi, 11 Juni 2026. Lupa satu hari perpanjang SIM bikin SIM berganti status menjadi mati. Harus buat baru. Berikut ini prosedur yang saya jalani.

  1. Bayar Asuransi, Tes Psikologi, dan Tes Kesehatan

Lokasi petugasnya ada di gedung sebelah kiri. Satu deret dengan parkiran sepeda motor. Saat itu masih sepi. Saya masuk tanpa antre. Ada tiga petugas yang duduk menunggu di depan meja. Saya duduk di kursi depan petugas asuransi. Diminta bayar Rp150 ribu: Rp50 ribu biaya asuransi dan Rp100 ribu biaya tes psikologi. Petugas memberi saya kartu asuransi.

Setelah itu saya beralih ke petugas yang melakukan tes kesehatan. Saya ditanya nama lengkap, alamat sesuai KTP, usia, tinggi badan, dan berat badan. Petugas mencatatnya di berkas. Untuk tes kesehatan ini saya membayar Rp50 ribu.

Petugas itu lalu membuka buku tes kesehatan berisi gambar rangkaian titik berwarna. Ada angka di rangkaian titik berwarna itu dan saya diminta menyebutkan angkanya. Mudah sekali. Petugas hanya memberikan tiga gambar. Petugas itu lalu memberikan berkas kepada saya untuk dibawa ke gedung utama.

Ada petugas di meja tengah. Mungkin ia petugas tes psikologi. Tapi, dari meja tes kesehatan, saya tidak diarahkan ke meja itu. Petugas mengarahkan saya langsung ke gedung utama. Tak ada tes psikologi hari itu.

Semua dijalani tak sampai 10 menit. Tak ada kuitansi pembayaran dari tiga meja tes itu. Mungkin berkas itu cukup mewakili. Saya kemudian melangkah ke gedung utama membawa berkas.

  1. Pengurusan Berkas dan Ambil Foto

Di gedung utama—terletak di depan gedung tadi—saya menyerahkan berkas. Petugas menyilakan saya duduk di ruang tunggu, menunggu dipanggil.

Banyak orang duduk di ruang tunggu. Saya menoleh ke arah kiri. Di sana ada beberapa rak dan buku. Senang sekali saya melihatnya, lalu mendekatinya.

Rak buku itu dinamakan Pojok Edukasi. Tema bukunya beragam, semuanya nonfiksi. Ada buku tentang manajemen, motivasi, agama, bahkan buku pelajaran! Di punggung buku tertera asal buku: Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangerang.

Pojok Edukasi./Foto: Pribadi

Saya ambil buku terjemahan The Maxwell Daily Reader karya John C. Maxwell. Buku itu berisi panduan motivasi dan kepemimpinan, 365 renungan harian. Banyak kutipan bagus di buku ini.

Sejenak saya memperhatikan orang-orang di ruang tunggu. Tak ada yang memegang buku. Kebanyakan pegang ponsel, sebagian lagi serius menunggu.

Nama saya dipanggil dan mendapatkan berkas dari petugas. Lalu berjalan ke ruang tengah. Di ruangan itu, setelah menyerahkan berkas dan antre, saya dipanggil oleh petugas di dalam bilik. Petugas mencocokkan identitas saya sesuai KTP.

Dari situ saya menyerahkan berkas ke petugas di bilik foto. Lalu antre. Tak lama kemudian saya dipanggil petugas lalu dipotret.

  1. Tes Teori

Saya diarahkan ke ruang tes teori. Di sana sudah ada sejumlah perangkat komputer. Seorang pertugas mengarahkan saya untuk memilih komputer dan duduk di kursi. Komputer dilengkapi headset dan mouse.

Seorang petugas menjelaskan cara mengerjakan soal.  Soal terdiri dari tiga macam: Persepsi Bahaya, Wawasan, dan Pengetahuan. Jumlahnya 75 butir. Tiap soal diberi waktu mengerjakan sekitar 10 detik. Saran saya, jawab semua soal meskipun ragu. Jangan sampai ada yang tidak diisi. Kita dianggap lulus kalau bisa menjawab benar 46 soal dengan nilai 70.

Kamu bisa pelajari lebih dulu materi soalnya. Silakan unduh beberapa modul ini dari laman resmi Korlantas Polri: https://e-avis.korlantas.polri.go.id/ebook/ . Contoh soal ada di buku digital itu.

Setelah kelar mengerjakan soal, aplikasi langsung memberi tahu hasilnya. Saya beruntung bisa jawab 46 soal dengan nilai 70. Saya kemudian diberikan berkas dan diarahkan oleh petugas ke ruang tes praktik.

  1. Tes Praktik

Sebelum tiba di ruang Tes Praktik, ada petugas yang membagikan kuesioner di Lorong menuju ruangan. Saya mengisinya kemudian diperkenankan melanjutkan perjalanan.

Di ruang Tes Praktik, saya menyerahkan berkas ke petugas. Petugas meyakinkan kembali bahwa saya mengajukan permohonan SIM C. Setelah itu saya diarahkan ke luar pintu.

Di luar adalah lapangan luas. Ada lintasan bergaris sebagai arena tes praktik. Saat itu saya sendiri. Seorang petugas meminta saya memakai rompi hijau muda dan helm. Ia kemudian menjelaskan aturan.

Petugas berkata sebelum menjalankan motor harus tengok kanan dan kiri. Injak pedal rem di bagian jalan yang tertulis “Rem”. Berhenti di bagian jalan yang tertulis “Stop”. Saat akan melaju setelah berhenti di belakang garis “Stop”, tengok kanan-kiri lagi.

Lintasan tes praktik./Foto: Kompas.com

Melanggar aturan tadi dianggap gagal. Juga tidak boleh menurunkan kaki ketika membelok. Saya diperbolehkan melakukan kesalahan dua kali.

Ada tiga motor yang tersedia. Dua matic, satu bebek. Saya pilih matic.

Petugas polisi mengawasi saya dari jauh. Tidak dekat arena lintasan. Dari jauh ia memberi aba-aba dan mengulurkan ponsel, merekam video dengan ponselnya.

Saya agak gugup. Ketika melaju dan melihat tulisan “Rem” di atas jalan, saya menginjak pedal rem hingga berhenti. Saya dianggap gagal.

Saya kembali ke posisi semula dan mencoba kembali. Kali ini berhasil berhenti tepat di belakang garis bertuliskan STOP. Saat melaju dan melewati belokan kanan pertama, saya gagal. Kaki kanan turun. Petugas berteriak dengan nada tinggi. Terkesan ngomel.

Saya kembali ke ruang tunggu praktik. Petugas mengatakan saya bisa kembali pekan depan di hari Senin, Rabu, atau Kamis. Langsung tes praktik. Ada dua kesempatan lagi bagi saya mengulangi tes.

Pagi itu saya pergi dengan perasaan kesal. Sudah 20 tahun melaju di atas sepeda motor, belok kanan di lintasan itu saja gagal? Bagaimana bisa? Saya akan kembali!

Akhirnya Berhasil

Senin, 15 Juni 2026, saya kembali ke SATPAS Polresta Kota Tangerang. Dari parkiran di depan SATPAS, saya langsung menujur ruang tunggu tes praktik. Ada seorang perempuan barengan saya. Ia ingin ambil SIMA A dan SIM C.

Setelah mengenakan rompi dan helm, kami berdua berdiri menghadap seorang petugas. Petugas itu menjelaskan hal yang perlu kami lakukan. Perempuan tadi meminta saya tes lebih dulu karena itu kali pertama dia tes ambil SIM C.

Ada dua motor matic pagi itu. Saya ambil yang warna biru. Motor yang buat saya gagal pekan lalu.

Saya melaju. Sesuai dengan hal-hal yang sudah dipelajari. Percobaan pertama gagal di belokan pertama. Mengulang lagi.

Percobaan kedua… berhasil!!! Belokan ke kanan pertama tadi berhasil saya taklukkan. Tikungan ‘S’ berikutnya dengan mudah saya lewati. Saya lulus!

Saya kembali ke ruang tunggu tes praktik. Setelah dibekali berkas, saya menuju ruang pencetakan di dekatnya.

Gedung SATPAS Polresta Tangerang./Foto: Pribadi

Di ruang pencetakan itu ada bilik Bank BRI. Saya membayar Rp100 ribu. Setelah menyerahkan berkas ke petugas dan menunggu, nama saya dipanggil. Akhirnya SIM C baru itu berada di tangan saya. Saya pulang dengan rasa syukur dan bangga.

Tak sulit menjalaninya. Asal sabar, SIM C di tangan. Selamat mencoba, Kawan!!!

SATPAS Polres Metro Tangerang Kota

Lokasi: Klik

Laman:  https://restangerangkota.metro.polri.go.id/buat-sim