Sudah dibaca 340 kali

Pantai Batukaras

Pantai Batukaras, Pangandaran, Jawa Barat, 25 Desember 2016. (Foto: Billy Antoro)

Sudah pernah ke Pantai Batukaras di kawasan Pangandaran, Jawa Barat? Kalau belum pernah, luangkanlah waktu suatu saat untuk datang ke sana.

Kenapa? Pantai di sini ternyata diburu oleh para peselancar dunia lho! Sebab garis pantainya begitu panjang sementara ombaknya begitu besar. Saya dan keluarga menyambangi lokasi eksotis ini pada liburan Natal 2016 lampau, yaitu Sabtu-Senin, 24 – 26 Desember 2016.

Tepat 25 Desember, kami, yaitu istri dan putri saya, kedua mertua dan dua adik ipar saya, menyambangi Pantai Batukaras. Ramai sekali saat itu. Sejumlah wisatawan baik lokal maupun mancanegara memenuhi pantai.

Saat itu, pengunjung kebanyakan anak sekolah, mungkin madrasah, yang datang dengan bus pariwisata. Mereka datang bergelombang sehingga dari pagi hingga siang, pantai itu seolah tak pernah sepi.

Di bibir pantai, tukang penyewaan alat tersebar. Untuk selancar, bea sewanya Rp80 ribu. Bebas dipakai seharian. Untuk papan-seperti-selancar (saya tidak tahu namanya), bea sewa yang ukuran kecil dan sedang Rp15 ribu dan ukuran besar Rp20 ribu.

Pantai ini memang surga bagi para peselancar, terutama peselancar pemula. Puluhan meter dari bibir pantai, lutut kita masih tampak. Tidak, setengah lutut. Makanya banyak bocah yang berani bermain hingga jauh dari bibir pantai.

Ombaknya, wew, fantastis! Ombak datang dari tengah laut bersambung-sambung, tak pernah putus, dengan terpaan yang begitu dahsyat, namun cukup aman bagi siapa saja. Beberapa kali saya tertampar, jatuh hingga ke dasar, lantaran tak kuasa menahan keseimbangan. Saya sangat menikmati ombak ini.

Pantai Batukaras ok

Berfoto sekeluarga

Istri saya Winy, putri saya Kirana, dan adik ipar Jati, merasa aman main agak ke pinggir. Walau demikian, mereka menikmati debur ombak yang gerakannya masih perkasa hingga tepian pantai.

Beberapa peselancar kelihatan asyik bermain. Ya, mereka tak perlu khawatir tenggelam. Mereka sudah bisa menyantap ombak tinggi kendati ketinggian air masih sedada.

Beberapa wisatawan yang menikmati banana boat juga selalu terdengar riuh. Sebab di akhir putaran, selalu ada kejutan bagi mereka: dengan gerakan cepat, nakhoda penarik perahu menggulingkan banana boat sehingga siapapun yang duduk di atasnya, dengan pegangan sekuat apapun, akan jatuh ke air.

Pasir Pantai Batukaras berwarna hitam dan lembut. Kirana asyik bermain pasir dengan mainan yang dibawa dari rumah.

Jadi, kalau ingin suasana pantai yang nyaman dan eksklusif, cobalah Anda datang ke sini. Soal penginapan, silakan pilih. Penginapan, mulai resort dengan sewa mahal hingga homestay dengan sewa murah, berdiri sepanjang Jalan Raya Batukaras—kedua ujung jalan buntu sehingga tidak ada lalu-lalang angkutan umum antarkota-antarprovinsi.*